Kebakaran Hutan Gunung Bromo Terus Meluas Imbas Angin, Kini Capai 520 Hektare
Ule.co.id – Kebakaran hutan Gunung Bromo terus meluas imbas angin, kini capai 520 hektare, menjadi salah satu kejadian kebakaran hutan terbesar di Jawa Timur. Kebakaran ini telah melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak Senin, 3 Agustus 2026, dan belum berhasil dipadamkan hingga saat ini.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, mengatakan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan TNBTS membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara terpadu. Menurut Emil, kondisi medan di kawasan Gunung Bromo yang terjal dan berbukit menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman.
Kebakaran hutan Gunung Bromo terus meluas imbas angin, kini capai 520 hektare, dan telah menarik perhatian media asing, seperti Al Jazeera dan Reuters. Mereka melaporkan bahwa kebakaran ini telah membakar sekitar 520 hektare lahan dan telah meluas ke beberapa wilayah di sekitar Gunung Bromo.
Tim gabungan yang terdiri dari petugas kebakaran, TNI, dan relawan terus berjuang untuk memadamkan api. Mereka menggunakan strategi pemadaman darat dan udara untuk mengendalikan kobaran api di kawasan konservasi tersebut. Operasi udara dilakukan dengan mengerahkan tiga helikopter untuk water bombing, terutama untuk menjangkau tebing dan area yang sulit diakses melalui jalur darat.
Kebakaran hutan Gunung Bromo terus meluas imbas angin, kini capai 520 hektare, dan telah menyebabkan kerusakan yang signifikan pada lingkungan dan ekosistem di sekitar Gunung Bromo. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya penanganan yang lebih efektif dan efisien untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran hutan di masa depan.
Kebakaran hutan Gunung Bromo terus meluas imbas angin, kini capai 520 hektare, dan telah menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat. Perlu dilakukan kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi lingkungan untuk mencegah kebakaran hutan dan melindungi lingkungan di sekitar Gunung Bromo.

