Nasional

Bandara Baru Kobar Siap Terbang: Lahan Bandara Baru di Kobar Masuk Tahap Sertifikasi

Bandara Baru Kobar Siap Terbang: Lahan Bandara Baru di Kobar Masuk Tahap Sertifikasi

Ule.co.id – Lahan Bandara Baru di Kobar Masuk Tahap Sertifikasi menandai langkah penting dalam upaya mempercepat pembangunan Bandara Kobar. Sidang Tim Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Rody Iskandar membahas proses pensertifikatan hak pakai atas lahan seluas lebih dari empat juta meter persegi. Keputusan tersebut diharapkan membuka jalan bagi realisasi proyek infrastruktur transportasi yang akan menghubungkan wilayah interior Kalimantan Tengah dengan jaringan penerbangan nasional.

Rapat yang dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Kobar, Rawandi, menegaskan bahwa lahan yang akan dijadikan lokasi bandara tersebar di empat desa Kecamatan Kumai, yaitu Desa Sabuai Timur, Desa Keraya, Desa Teluk Bogam, dan Desa Sungai Bakau. Penetapan lokasi ini didasarkan pada hasil kajian teknis yang mempertimbangkan faktor topografi, aksesibilitas, serta dampak lingkungan. Semua pihak sepakat bahwa proses penyerahan lahan tidak akan melibatkan ganti rugi, mengingat status lahan tersebut telah berubah menjadi kawasan hutan produksi yang dilepaskan melalui keputusan Menteri Lingkungan Hidup.

  • Desa Sabuai Timur
  • Desa Keraya
  • Desa Teluk Bogam
  • Desa Sungai Bakau

Tim Reformasi Agraria menegaskan bahwa tidak ada ganti rugi yang akan dibayarkan kepada masyarakat setempat karena lahan tersebut telah berada dalam status publik dan tidak ada pemilik pribadi yang terdampak secara langsung. Namun, pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan konsultasi lanjutan dengan tokoh masyarakat desa guna memastikan bahwa pembangunan Bandara Kobar tidak mengganggu mata pencaharian tradisional, terutama sektor pertanian dan perikanan yang menjadi sumber pendapatan utama penduduk setempat.

Pengembangan Bandara Kobar diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah, mempercepat distribusi barang, serta menarik investasi baru ke dalam daerah. Analisis ekonomi regional menunjukkan bahwa kehadiran bandara komersial dapat menambah nilai tambah ekonomi hingga 2‑3 persen per tahun, sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor jasa, logistik, dan pariwisata. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga menyiapkan paket dukungan berupa insentif pajak dan kemudahan perizinan bagi perusahaan yang berinvestasi dalam proyek infrastruktur ini.

Dengan proses sertifikasi yang kini telah resmi memasuki tahap final, langkah selanjutnya adalah penyusunan rencana detail desain bandara, termasuk penentuan panjang landasan pacu, fasilitas terminal, serta sistem navigasi udara. Tim teknis akan bekerja sama dengan konsultan internasional untuk memastikan standar keselamatan dan efisiensi operasional terpenuhi. Jika semua tahapan berjalan sesuai jadwal, Bandara Kobar diproyeksikan dapat mulai beroperasi pada awal tahun 2029, memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Kobar dan sekitarnya.

Murray Hilmy

Murray Hilmy, sang pengamat sosial media yang juga punya hobi fotografi jalanan, memulai petualangannya di dunia tulis-menulis sebagai seorang blogger hobi di Makassar. Dengan sedikit sentuhan sarkas dan humor, dia memulai langkahnya di tahun 2022, mencuri perhatian banyak orang dengan pandangannya yang unik tentang kehidupan sehari-hari. Mengabadikan momen-momen menarik di jalanan Makassar melalui lensa kameranya, Murray membawa kita pada pengalaman yang lebih bersahaja dan lucu.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *