analitik

Brigadir Jenderal Polisi Ricky Purnama Pimpin Upaya Polri: Dari Promosi Bintang Satu hingga Penanggulangan Narkoba dan Kesiapsiagaan Anak Krakatau

Ule.co.id – Brigadir Jenderal Polisi Ricky Purnama, lulusan Akpol 1995, resmi mengemban jabatan Penerjemah Polri Utama Tingkat II di Divisi Hubungan Internasional sejak Maret 2025, menggantikan Brigadir Jenderal Polisi Dani Hamdani yang kini menjabat sebagai Sekretaris NCB Interpol Indonesia. Promosi bintang satu ini menandai langkah penting dalam kariernya, sekaligus menegaskan peran strategis jabatan fungsional di lingkungan Polri.

Di tengah dinamika keamanan nasional, Brigadir Jenderal Polisi Ricky tidak hanya fokus pada tugas administratif. Pada awal September 2026, ia memimpin delegasi Bareskrim Tindak Pidana Narkoba Polri dalam pertemuan bilateral dengan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN) Polis Diraja Malaysia (PDRM) di Kuala Lumpur. Pertemuan tiga hari itu menghasilkan kesepakatan penting tentang koordinasi penanganan warga negara Malaysia yang terlibat narkotika di Indonesia melalui jalur Police‑to‑Police, sebuah mekanisme yang dianggap lebih cepat dan efektif dalam pertukaran intelijen serta operasi lapangan.

Baca juga:
Denny Sumargo Ungkap Pengaruh Istri dalam Peran di Baby Udon, Sementara Film Lain Siap Menggoda Penonton di Bioskop Hari Ini

Dalam diskusi tersebut, Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso menyoroti tantangan legislasi Malaysia terkait New Psychoactive Substances (NPS) dan mengusulkan alternatif penangkapan buronan Indonesia di wilayah Malaysia dengan pencabutan paspor, sehingga memudahkan deportasi. Sementara itu, pihak Indonesia menekankan pentingnya intelijen yang menargetkan aktor utama jaringan narkotika internasional, bukan sekadar kurir lapangan. Kesepakatan ini diharapkan memperkuat sinergi antar‑negara dalam memerangi perdagangan narkoba lintas batas.

Tak kalah penting, dalam beberapa hari bersamaan, Polri memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada status Siaga Level III. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko, mengumumkan penempatan 299 personel, 10 anjing pelacak (K9), serta perlengkapan SAR lengkap, termasuk kendaraan rescue, kendaraan pemadam kebakaran hutan dan lahan, serta dapur lapangan. Penempatan ini mencakup wilayah rawan di Banten, Lampung, dan Metro Jaya, dengan tujuan memastikan respons cepat terhadap kemungkinan bencana.

Berikut adalah rincian kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi ancaman vulkanik:

  • 299 personel terlatih siap melakukan patroli, evakuasi, dan penanganan darurat.
  • 10 ekor K9 yang dilengkapi dengan peralatan pencarian khusus.
  • Kendaraan rescue dan kendaraan pemadam kebakaran hutan untuk mengakses area sulit.
  • Dapur lapangan dan perlengkapan medis untuk mendukung operasi di lapangan.
  • Layanan 110 yang ditingkatkan untuk mempermudah masyarakat melaporkan keadaan darurat.

Apel kesiapsiagaan yang dilaksanakan pada 6 September 2026 di Lapangan Apel Korps Samapta Baharkam Polri menegaskan komitmen kepolisian dalam melindungi warga. Inspektur Jenderal Polisi Nazli, Kepala Korps, menekankan bahwa langkah-langkah ini bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan untuk menjamin bahwa setiap warga memiliki akses bantuan yang cepat dan terkoordinasi.

Baca juga:
Cara Praktis Cek Bansos 2026: Panduan Lengkap Lewat HP, Aplikasi, dan Desil DTSEN

Peran Brigadir Jenderal Polisi dalam tiga ranah—promosi jabatan, kerja sama internasional dalam penanggulangan narkotika, dan kesiapsiagaan bencana—menunjukkan betapa pentingnya kepemimpinan yang adaptif di era modern. Pengalaman Ricky Purnama sebagai penerjemah utama di Divisi Hubungan Internasional memfasilitasi dialog lintas negara, sementara kolaborasi dengan Malaysia membuka peluang bagi penegakan hukum yang lebih terintegrasi. Di sisi lain, kesiapsiagaan terhadap Anak Krakatau memperlihatkan sinergi antara unit operasional dan fungsi strategis Polri.

Ke depan, diharapkan Brigadir Jenderal Polisi Ricky Purnama dapat terus mengoptimalkan jaringan internasional Polri, memperkuat intelijen narkotika, serta memastikan kesiapsiagaan bencana tetap terjaga. Upaya ini tidak hanya meningkatkan keamanan dalam negeri, tetapi juga memperkuat citra Polri sebagai institusi yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *