Nasional

Gojek Putus Kemitraan Driver GoCar yang Maki Penumpang di Tengah Jalan: Kronologi Lengkap

Gojek Putus Kemitraan Driver GoCar yang Maki Penumpang di Tengah Jalan: Kronologi Lengkap

Ule.co.id – Insiden yang melibatkan seorang driver GoCar menampar penumpang dengan kata-kata kasar lalu menurunkannya di tengah jalan menjadi sorotan publik pada September 2026. Kejadian ini menegaskan kembali komitmen gojek dalam menegakkan standar keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna layanan transportasi daring.

Peristiwa terjadi pada Jumat, 11 September 2026, ketika dua penumpang perempuan memesan layanan GoCar dengan fitur Hemat dari Stasiun Tebet menuju Hangtuah, Jakarta Selatan. Sesampainya driver di titik penjemputan, suasana awal tampak tenang. Namun, setelah penumpang masuk, driver mulai mengeluhkan tarif rendah yang diberikan oleh fitur Hemat, menimbulkan ketegangan verbal.

Ketegangan memuncak ketika driver mengeluarkan kata-kata makian yang terdengar mengancam. Salah satu penumpang kemudian merekam audio dan video kejadian tersebut sebagai bukti. Tak lama setelah itu, driver menghentikan kendaraan di pinggir Jalan Tebet, memaksa kedua penumpang turun sebelum mencapai tujuan. Penumpang yang ditinggalkan harus berjalan kaki di area yang tidak familiar, menimbulkan rasa tidak aman.

Setelah insiden, korban melaporkan kejadian ke layanan pelanggan gojek pada 12 September 2026 dan mengunggah rekaman video ke media sosial melalui akun Threads dan Instagram @desifyul. Video tersebut cepat menjadi viral, memicu kemarahan netizen dan menuntut tindakan tegas dari perusahaan.

Tim investigasi internal gojek segera menelusuri data perjalanan, memverifikasi rekaman, dan menghubungi driver untuk klarifikasi. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa driver melanggar Kode Etik Mitra Gojek, khususnya pada poin intimidasi, pengancaman, dan perlakuan tidak sopan yang mengancam keselamatan konsumen.

Pada 15 September 2026, GoTo Group, induk perusahaan gojek, mengumumkan keputusan pemutusan kemitraan (PM) secara permanen terhadap driver yang terlibat. Kepala Hubungan Media GoTo Group, Amanda Valani, menegaskan bahwa tindakan tersebut diambil demi menegakkan standar pelayanan dan melindungi hak konsumen.

Reaksi publik pun beragam. Sebagian besar pengguna menyambut keputusan tegas tersebut, sementara beberapa mengkritik kebijakan tarif Hemat yang dianggap terlalu rendah dan memicu ketegangan antara driver dan penumpang. Pihak gojek menyatakan akan meninjau kembali struktur tarif Hemat serta meningkatkan pelatihan etika bagi mitra driver.

Kasus ini juga menambah daftar insiden serupa yang menyoroti pentingnya mekanisme pengaduan yang cepat dan transparan. Gojek berjanji akan memperkuat sistem monitoring real‑time, memperluas kanal laporan, serta memberikan edukasi kepada driver tentang pentingnya komunikasi yang profesional.

Dengan langkah pemutusan kemitraan permanen, gojek berharap dapat memberikan contoh tegas bagi seluruh mitra agar menjaga kualitas layanan. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi industri transportasi daring di Indonesia untuk selalu menempatkan keselamatan dan rasa hormat sebagai prioritas utama.

Nicol Terrill

Nicol Terrill, seorang penulis yang mengembangkan kreativitasnya di kota Surabaya, telah memulai debutnya di kancah penulisan sejak 2020. Dengan latar belakang di industri kreatif, ia berhasil menggabungkan hobi dan pekerjaannya dengan baik, terutama dalam menikmati kopi manual brew dan mengisi waktu luang dengan bersepeda balap. Kehidupan yang sederhana dan fokus pada passionnya membentuk Nicol menjadi penulis yang unik dan kreatif.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *