Ule.co.id – Dalam sorotan klasemen como vs parma yang terus menjadi perbincangan, Como 1907 berhasil mengamankan kemenangan tipis 2-1 atas Parma pada lanjutan giornata keempat Serie A 2026/27. Kemenangan ini tidak hanya menambah catatan empat kemenangan beruntun di semua kompetisi, tetapi juga mengangkat tim asuhan Cesc Fabregas ke posisi kedua klasemen sementara, menyusul AS Roma yang memimpin.
Pertandingan yang digelar di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Selasa, 15 September 2026, dimulai dengan tekanan agresif Como. Gol pembuka datang pada menit ke-23 melalui Nico Paz yang memanfaatkan tembakan yang memantul dari tiang gawang, akhirnya masuk ke jaring berkat bantuan Jacobo Ramon. Gol tersebut memberi Como keunggulan pertama dalam laga yang penuh tensi.
Parma berusaha bangkit di babak kedua, namun pertahanan Como tetap solid. Pada menit ke-83, rekrutan baru Kaiki menambah keunggulan tuan rumah setelah memanfaatkan kekacauan di dalam kotak penalti Parma. Gol kedua ini memperkuat keunggulan 2-0, meski Parma berhasil memotong jarak menjadi 2-1 lewat David Romero beberapa menit kemudian.
Keberhasilan Como melanjutkan tren positifnya tidak lepas dari taktik fleksibel sang pelatih. Cesc Fabregas, mantan gelandang Arsenal, menekankan rotasi pemain untuk mengatasi kelelahan setelah laga Liga Champions melawan RB Leipzig empat hari sebelumnya. “Saya senang melihat pemain pengganti memberikan dampak signifikan,” ujar Fabregas dalam konferensi pers pasca laga.
Hasil ini juga berimbas pada klasemen como vs parma secara keseluruhan. Dengan mengumpulkan 10 poin dari empat pertemuan, Como kini menempati peringkat kedua, hanya dua poin di belakang pemuncak klasemen, AS Roma, yang memiliki selisih gol +11. Inter Milan, yang juga mengoleksi 12 poin, berada di posisi ketiga karena selisih gol yang lebih kecil.
Berikut rangkuman klasemen Serie A setelah giornata keempat:
| Posisi | Tim | Poin | Selisih Gol |
|---|---|---|---|
| 1 | AS Roma | 12 | +11 |
| 2 | Como 1907 | 10 | +9 |
| 3 | Inter Milan | 12 | +7 |
| 4 | Lazio | 10 | +4 |
| 5 | Sassuolo | 9 | +2 |
Statistik individual juga menunjukkan peran penting pemain muda Como. Jacobo Ramon, yang mencetak gol pembuka, serta Kaiki yang menambah gol kedua, menjadi sorotan utama. Sementara itu, Parma harus menelan kekalahan meski berhasil menembus gawang lewat Romero, menandai kegagalan mereka dalam mengoptimalkan peluang.
Dengan kemenangan ini, Como tidak hanya memperkuat posisi di klasemen, tetapi juga menegaskan ambisinya untuk bersaing di puncak Serie A. Pelatih Fabregas menegaskan bahwa timnya akan terus mengandalkan kedalaman skuad dan semangat kolektif untuk menghadapi tantangan selanjutnya, termasuk pertandingan melawan tim-tim papan atas lainnya.
Secara keseluruhan, klasemen como vs parma kini menjadi indikator penting bagi para pengamat liga. Jika Como dapat mempertahankan performa ini, mereka berpotensi menjadi pengejut besar di musim 2026/27, menantang dominasi tradisional klub-klub besar Italia.









