analitik

Hari Susu Nusantara 2026: Program MBG Dinilai Jadi Kesempatan Emas Tingkatkan Konsumsi Susu

JAKARTA, Ule.co.idHari Susu Nusantara 2026 menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan konsumsi susu masyarakat Indonesia yang hingga kini masih tergolong rendah dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi sarana strategis untuk membangun kebiasaan konsumsi susu sejak usia dini sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan program MBG membuka peluang besar bagi pemerintah untuk meningkatkan asupan susu anak-anak Indonesia secara lebih merata dan berkelanjutan.

Baca juga:

Pernyataan tersebut disampaikan Hanif saat menghadiri peringatan Hari Susu Nusantara 2026 yang digelar di Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, peningkatan konsumsi susu harus menjadi agenda bersama karena berhubungan langsung dengan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas generasi muda di masa depan.

Program MBG Dinilai Jadi Kesempatan Emas

Dalam kesempatan tersebut, Hanif menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan peluang besar untuk memperkenalkan susu sebagai bagian dari pola konsumsi harian anak-anak Indonesia.

Ia berharap susu tidak hanya diberikan sesekali, tetapi dapat menjadi bagian rutin dari menu yang disajikan dalam program tersebut.

“Justru di sini, maka kita ingin sangat titip dengan teman-teman di MBG bahwa kesempatan ini menjadi kesempatan emas. Dengan program MBG ini, maka paling tidak diwajibkan susu ini, syukur-syukur setiap hari, tidak hanya dua kali seminggu,” ujar Hanif.

Menurutnya, semakin sering anak-anak mengonsumsi susu, semakin besar pula manfaat yang diperoleh dalam mendukung pertumbuhan fisik maupun perkembangan kognitif mereka.

Pesan tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam peringatan Hari Susu Nusantara 2026, yang tahun ini menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap manfaat susu bagi kesehatan.

Konsumsi Susu Indonesia Masih Rendah

Meski industri susu nasional terus berkembang, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih tergolong rendah.

Hanif mengungkapkan bahwa rata-rata konsumsi susu nasional saat ini berada pada kisaran 16,2 hingga 16,8 liter per kapita per tahun.

Angka tersebut masih jauh tertinggal dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan ASEAN.

Bahkan menurutnya, jika dihitung dalam konsumsi harian, rata-rata masyarakat Indonesia hanya mengonsumsi susu setara satu sendok makan per hari.

“Karena harian kita kalau kita rata-rata hanya satu sendok makan per hari. Jadi satu orang satu hari, kita hanya mampu mengkonsumsi susu satu sendok makan. Bagaimana itu bisa mempengaruhi kita kalau ini tidak terus kita tingkatkan,” katanya.

Data tersebut menjadi perhatian serius dalam peringatan Hari Susu Nusantara 2026, mengingat konsumsi susu merupakan salah satu indikator penting dalam upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Kandungan Gizi Susu Sangat Penting

Pemerintah menilai susu memiliki peran besar dalam mendukung tumbuh kembang anak serta menjaga kesehatan masyarakat secara umum.

Baca juga:

Susu mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh, antara lain:

  • Protein berkualitas tinggi
  • Kalsium
  • Kalium
  • Vitamin A
  • Vitamin B12
  • Vitamin D

Kandungan tersebut berperan dalam:

  • Menjaga kesehatan tulang dan gigi
  • Mendukung pembentukan massa otot
  • Membantu fungsi saraf
  • Mendukung perkembangan otak
  • Menjaga daya tahan tubuh

Melalui momentum Hari Susu Nusantara 2026, pemerintah berharap pemahaman masyarakat mengenai manfaat susu dapat semakin meningkat sehingga konsumsi susu nasional terus bertambah dari tahun ke tahun.

Dukungan untuk Indonesia Emas 2045

Hanif menegaskan bahwa kualitas generasi produktif Indonesia pada masa depan sangat bergantung pada kondisi gizi saat ini.

Karena itu, peningkatan konsumsi susu tidak hanya berkaitan dengan kesehatan individu, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional jangka panjang.

Menurutnya, target Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat global.

Peringatan Hari Susu Nusantara 2026 menjadi pengingat bahwa investasi pada gizi anak-anak saat ini akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia beberapa dekade mendatang.

Pemerintah berharap konsumsi susu dapat menjadi budaya baru yang tumbuh di tengah masyarakat, sebagaimana terjadi di berbagai negara maju.

Perlu Kolaborasi Semua Pihak

Hanif menilai peningkatan konsumsi susu tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah.

Diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk:

  • Pelaku industri susu
  • Akademisi
  • Dunia pendidikan
  • Media
  • Organisasi masyarakat
  • Komunitas kesehatan

Kerja sama tersebut diperlukan untuk memperluas edukasi mengenai manfaat susu sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap produk susu berkualitas.

Menurutnya, upaya tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan agar menghasilkan perubahan perilaku konsumsi yang nyata.

Dalam konteks tersebut, Hari Susu Nusantara 2026 menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong peningkatan konsumsi susu nasional.

Pemerintah Siapkan Roadmap Kemandirian Susu Nasional

Selain meningkatkan konsumsi, pemerintah juga berupaya memperkuat sektor persusuan dari sisi produksi.

Baca juga:

Hanif mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyusun roadmap kemandirian susu nasional yang mencakup pengembangan sektor hulu hingga hilir.

Langkah tersebut bertujuan untuk:

  • Meningkatkan produksi susu dalam negeri
  • Mengurangi ketergantungan impor
  • Memperkuat peternak lokal
  • Meningkatkan investasi sektor persusuan
  • Mendorong hilirisasi industri susu

Menurutnya, penguatan industri persusuan nasional menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Indonesia Masih Tertinggal di ASEAN

Dalam kesempatan itu, Hanif juga menyoroti posisi Indonesia yang masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara ASEAN dalam hal konsumsi susu.

Negara-negara seperti Vietnam, Malaysia, dan Singapura masih mencatat tingkat konsumsi susu yang lebih tinggi dibanding Indonesia.

Karena itu, pemerintah menilai edukasi dan sosialisasi harus terus diperkuat untuk membangun minat masyarakat terhadap konsumsi susu.

“Di ASEAN saja, kita nomor enam atau nggak nomor tujuh. Masih di bawah Vietnam, masih di bawah Singapura, masih di bawah Malaysia. Maka yang paling penting sosialisasikan terus sehingga kemudian tumbuh minat yang cukup besar, bangun iklimnya, selesaikan roadmap-nya,” ujar Hanif.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tantangan sektor persusuan nasional tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga perubahan pola konsumsi masyarakat.

Hilirisasi Jadi Faktor Penting

Pemerintah juga menilai hilirisasi dan integrasi industri menjadi kunci dalam memperkuat sektor persusuan nasional.

Dengan hilirisasi, nilai tambah produk susu dapat meningkat sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi peternak, industri, dan konsumen.

Hanif menekankan bahwa pembangunan sektor persusuan membutuhkan kerja sama seluruh pihak.

“Hilirisasi, integrasi menjadi sangat penting. Semua harus kita gotong royong, tidak bisa kita sendirian,” katanya.

Melalui semangat yang diusung dalam Hari Susu Nusantara 2026, pemerintah optimistis konsumsi susu masyarakat Indonesia dapat meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Jika program MBG berjalan optimal dan roadmap kemandirian susu nasional berhasil direalisasikan, Indonesia berpeluang menciptakan generasi yang lebih sehat, lebih produktif, dan lebih siap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *