Kasdam TB Tutup Peninjauan Implementasi Doktrin Tim Mabesad, Tingkatkan Kesiapan Operasional
Ule.co.id – Kasdam TB Tutup Peninjauan Implementasi Doktrin Tim Mabesad di ruang kerja Kodam XXII/TB, Palangka Raya, pada Jumat 18 September 2026. Acara ini menandai selesainya proses evaluasi doktrin militer yang dipimpin oleh Brigjen TNI Zamroni, sekaligus menegaskan komitmen Kodam untuk menyesuaikan taktik dengan ancaman modern.
Peninjauan merupakan bagian integral dari program Mabesad yang bertujuan memastikan relevansi doktrin terhadap perubahan teknologi, dinamika ancaman, serta kebutuhan operasional satuan. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar bagi perbaikan interoperabilitas antar satuan, meningkatkan pemahaman prajurit, serta menyiapkan kesiapan taktis yang lebih tinggi.
Kegiatan ini dipandu oleh Brigjen TNI Zamroni selaku ketua Tim Mabesad, dan dihadiri oleh Kasdam XXII/TB Brigjen TNI Sugiyono MSi bersama Kakesdam Kolonel Ckm dr Saharun Iso SpKO, Waasrendam Letkol Inf Nouvi Effendi Shub Int, serta Danyonif 631/Antang Letkol Inf Andy Darnianto SE. Kehadiran para pejabat tinggi menegaskan pentingnya agenda ini dalam rangka memperkuat struktur komando dan kontrol.
Selama peninjauan, tim melakukan inspeksi lapangan, diskusi dokumen kebijakan, serta simulasi skenario yang mencerminkan potensi konflik di wilayah Kalimantan Tengah. Fokus utama adalah menilai sejauh mana doktrin yang ada dapat diimplementasikan secara efektif oleh satuan-satuan di bawah Kodam, termasuk aspek logistik, intelijen, dan dukungan udara.
Brigjen Sugiyono dalam sambutannya menekankan bahwa proses peninjauan bukan sekadar formalitas, melainkan upaya konkret untuk menyesuaikan strategi militer dengan realitas lapangan. Ia menambahkan bahwa hasil temuan tim akan dijadikan bahan rekomendasi bagi Mabesad dalam merumuskan pembaruan doktrin yang lebih adaptif.
Implementasi Doktrin yang terukur diyakini akan meningkatkan kesiapan operasional pasukan, memperkuat sinergi antar unit, serta meminimalisir risiko kesalahan taktis. Dengan doktrin yang lebih relevan, satuan-satuan di Kodam XXII/TB dapat merespons situasi darurat dengan cepat dan terkoordinasi, memperkuat pertahanan wilayah dari potensi ancaman eksternal maupun internal.
Ke depan, Kasdam berencana mengadakan serangkaian pelatihan lanjutan berbasis temuan peninjauan, termasuk workshop tentang penggunaan teknologi drone, sistem komunikasi modern, dan taktik anti‑gerakan gerilya. Langkah-langkah ini diharapkan mempercepat proses adaptasi doktrin ke dalam operasi nyata.
Dalam konteks keamanan regional, Kalimantan Tengah memiliki posisi strategis sebagai jalur transportasi lintas pulau serta kawasan sumber daya alam yang vital. Oleh karena itu, keberhasilan peninjauan doktrin ini memiliki implikasi luas bagi stabilitas keamanan nasional serta perlindungan aset negara.
Dengan penutupan acara, Kasdam TB Tutup Peninjauan Implementasi Doktrin Tim Mabesad menandai langkah penting dalam rangka memperkuat fondasi pertahanan daerah. Hasil rekomendasi diharapkan segera diintegrasikan ke dalam kebijakan operasional, menjadikan Kodam XXII/TB lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

