analitik

Celios Surati Russell Group, Minta Pertimbangkan Pendirian 10 Universitas Baru: Apa Risikonya?

PALANGKA RAYA, Ule.co.id – Celios surati Russell Group, minta pertimbangkan pendirian 10 universitas baru. Direktur Kebijakan Publik dan Fiskal Celios, Media Wahyudi Askar, melayangkan surat ke Russell Group untuk mengingatkan potensi risiko pembangunan kampus baru bernama Universitas Republik Indonesia (URI).

Russell Group merupakan gabungan dari 24 universitas di Inggris. Kampus-kampus prestisius yang tergabung di dalam Russell Group antara lain Oxford, Cambridge, University of Manchester hingga London School of Economics and Political Science (LSE).

Baca juga:
Jadwal Sholat Hari Ini: Lengkap untuk Denpasar, Surabaya, dan Seluruh Jawa Timur

Surat itu dilayangkan lantaran pihaknya dihubungi oleh perwakilan Russell Group. Mereka dihubungi oleh Pemerintah Indonesia yang meminta dukungan pengajar untuk 10 Universitas Republik Indonesia (URI) yang akan dibangun selama dua tahun.

IDN Times sempat menanyakan kapan pertanyaan itu disampaikan oleh Russell Group ke dirinya. Dia mengatakan, Russell Group menghubunginya pada Januari 2026. (Dihubungi) pada Januari 2026 setelah kunjungan (Presiden) ke London," kata Media lewat pesan pendek.

Mengutip situs resmi Presiden, Prabowo Subianto diketahui melakukan kunjungan ke Inggris pada Januari lalu. Salah satu acara yang ikut dihadiri oleh Prabowo, yakni UK-Indonesia Education Roundtable yang digelar di Lancaster House, London. Prabowo ketika itu mengundang perguruan tinggi terkemuka di Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia. Belakangan diketahui 10 kampus baru itu merupakan bagian dari pengembangan URI.

Dalam surat setebal dua halaman itu, Media secara lugas menggambarkan kondisi pendidikan tinggi di Tanah Air. Dia mengatakan, Indonesia tidak lagi membutuhkan universitas baru karena jumlah kampus yang ada saat ini sudah terlalu banyak. Indonesia tidak kekurangan universitas. Saat ini, kami memiliki 4.303 institusi pendidikan tinggi untuk jumlah penduduk 285 juta. Itu artinya, kira-kira satu universitas untuk 66 ribu orang. Ini jauh lebih banyak dibandingkan institusi pendidikan tinggi yang ada di Jepang (1:153 ribu penduduk), Australia (1:159 ribu penduduk) dan Inggris (1:418 ribu penduduk)," kata Media di dalam surat yang dikirimkan pada Kamis (23/7/2026).

Bahkan, banyak universitas di Indonesia yang beroperasi dengan kapasitas yang rendah dan kesulitan untuk mendapatkan mahasiswa," kata dia.

Melansir IDN Times, Media juga menekankan bahwa pembangunan kampus baru tidak akan memberikan dampak positif bagi pendidikan di Indonesia. Sebaliknya, hal ini akan meningkatkan biaya pendidikan dan menguras sumber daya negara.

Belum lagi, pembangunan kampus baru akan menghadirkan persaingan antara universitas yang ada di Indonesia. Hal ini akan membuat banyak universitas yang tidak mampu bersaing dan akhirnya berhenti beroperasi.

Baca juga:
Gempa Malang Hari Ini, Magnitudo 5,2 Guncang Jawa Timur, BMKG Tegaskan Tidak Berpotensi Tsunami

Menurut Media, pembangunan kampus baru juga tidak akan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebaliknya, hal ini akan membuat kualitas pendidikan semakin menurun.

Selain itu, pembangunan kampus baru juga akan meningkatkan biaya pendidikan dan menguras sumber daya negara. Ini akan membuat banyak orang tidak bisa lagi mengakses pendidikan yang berkualitas.

Menurut Media, pembangunan kampus baru juga tidak akan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebaliknya, hal ini akan membuat kualitas pendidikan semakin menurun.

Belum lagi, pembangunan kampus baru akan menghadirkan persaingan antara universitas yang ada di Indonesia. Hal ini akan membuat banyak universitas yang tidak mampu bersaing dan akhirnya berhenti beroperasi.

Menurut Media, pembangunan kampus baru juga tidak akan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebaliknya, hal ini akan membuat kualitas pendidikan semakin menurun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *