Ben Shelton Guncang US Open 2026: Kemenangan Epik atas Alcaraz dan Prediksi Laver Terbukti
Ule.co.id – Ben Shelton menorehkan sejarah pada US Open 2026 dengan mengalahkan juara bertahan Carlos Alcaraz dalam duel lima set yang berlangsung hingga pukul 03.33 pagi, mencatat rekor akhir pertandingan paling larut dalam turnamen. Setelah lebih dari empat setengah jam pertempuran, sang Amerika berpose dengan tangan terangkat, menyatakan bahwa itu adalah “pertandingan paling menyenangkan dalam kariernya” meski tubuhnya terasa hancur lelah.
Pertandingan dimulai dengan set tie‑break yang dimenangkan Alcaraz 7‑5, namun Shelton bangkit dengan servis berkecepatan hingga 149 mph, mengamuk di set kedua 6‑1 dan melanjutkan dominasi 6‑3 pada set ketiga. Alcaraz kembali menguasai set keempat 6‑1, memaksa duel ke set penentu. Pada tie‑break penutup, Shelton menahan tekanan, memanfaatkan dua double fault lawan dan menutup dengan 7‑6 (7), mengamankan tempat di semifinal.
Statistik menegaskan keunggulan servis Shelton: selama 52 minggu terakhir ia mempertahankan servis pada 90,4 % kesempatan, menempati peringkat kedua di dunia hanya di belakang Jannik Sinner. Namun, sisi returnya masih menjadi titik lemah, dengan persentase break hanya 13,1 % dan poin retur yang dimenangkan sebesar 31,9 %. Meski demikian, dalam pertandingan melawan Alcaraz ia meningkatkan tingkat keberhasilan retur, mencatat 12 kemenangan dalam 26 poin yang berlangsung lebih dari sembilan tembakan, menandakan peningkatan signifikan pada fase panjang rally.
Prediksi legendaris Rod Laver pada tahun 2023 kembali terbayar. Laver pernah menyatakan bahwa Shelton akan menjadi pemenang Grand Slam, mengingat potensinya yang masih muda. Kini, setelah menembus semifinal US Open dan menjadi favorit utama di antara pemain Amerika, ramalan tersebut tampak semakin dekat menjadi kenyataan. Laver menyoroti kombinasi tinggi servis, mentalitas kompetitif, dan kemampuan beradaptasi Shelton, semua faktor yang kini terbukti di lapangan.
Di luar lapangan, kehidupan pribadi Shelton juga menjadi sorotan. Hubungan asmara dengan bintang sepak bola wanita Trinity Rodman, putri mantan pemain NBA Dennis Rodman, menambah dimensi publik pada kariernya. Pasangan ini pertama kali mengonfirmasi hubungan lewat unggahan Instagram pada Maret 2025, dan sejak saat itu mereka saling mendukung dalam tekanan kompetisi. Rodman, yang baru saja menandatangani kontrak senilai lebih dari satu juta dolar dengan Washington Spirit, sering terlihat di tribun Arthur Ashe, memberikan semangat dan bahkan menjadi “amulet keberuntungan” bagi Shelton dengan figur aksi kecil di tangannya.
Semifinal yang akan datang menanti Shelton melawan rekan sesama Amerika Frances Tiafoe. Kedua pemain berada dalam performa puncak, dan pertemuan ini akan menjadi pertempuran pertama mereka di US Open sejak 2023. Jika Shelton melanjutkan performa servisnya dan mengurangi kelemahan retur, peluangnya untuk melaju ke final dan mungkin merebut gelar Grand Slam pertama tampak sangat realistis.
Turnamen ini juga menyaksikan momen penting lainnya, seperti Elena Rybakina yang mencapai semifinal dan merebut nomor satu dunia, serta kejutan di putaran putra dengan Alexander Zverev yang berjuang melawan Botic van de Zandschulp. Namun, sorotan utama tetap pada ben shelton, yang tidak hanya mengukir prestasi olahraga tetapi juga menjadi simbol generasi baru tenis Amerika yang menggabungkan kekuatan fisik, mentalitas kompetitif, dan dukungan pribadi yang kuat.
Dengan dukungan dari pasangan, prediksi legendaris, dan statistik yang terus membaik, ben shelton berada di jalur yang tepat untuk mengukir sejarah baru di Flushing Meadows. Penggemar tenis di seluruh dunia kini menantikan apakah ia akan menutup kisah epik ini dengan gelar US Open, mengukuhkan dirinya sebagai bintang tenis Amerika berikutnya.

