analitik

Ben Shelton Mengalahkan Carlos Alcaraz di US Open: Duel Epik yang Mengguncang Jadwal Grand Slam

Ule.co.id – Di tengah sorotan ribuan penonton di Arthur Ashe Stadium, carlos alcaraz menapaki lapangan dengan harapan mempertahankan gelar juara US Open. Namun, pertandingan melawan Ben Shelton berubah menjadi pertarungan maraton yang berakhir pada pukul 3.33 pagi waktu setempat, menandai salah satu penyelesaian paling akhir dalam sejarah turnamen. Dengan skor 6-7 (5-7), 6-1, 6-3, 1-6, 7-6 (10-7), Shelton berhasil menundukkan carlos alcaraz dalam lima set penuh, mematahkan rekor kemenangan beruntun 18 pertandingan Grand Slam sang Spanyol.

Pertandingan dimulai larut malam setelah dua pertandingan panjang sebelumnya memaksa kedua pemain menunggu hingga hampir pukul 23.00 untuk memulai. Penonton yang antusias memberikan dukungan luar biasa, terutama kepada Shelton yang dinobatkan sebagai pendatang baru dengan sorakan “USA! USA!”. Meskipun carlos alcaraz terlihat lemah pada awalnya, ia berhasil memaksa tie‑break pada set pertama, namun gagal mempertahankannya. Pada set kedua, Shelton mengambil alih dengan sembilan game beruntun, menciptakan keunggulan 3-0 yang tak terbalikkan.

Baca juga:
Naomi Osaka Terhenti di Toronto, Elena Rybakina Siap Rebut Gelar

Menjelang set kelima, kondisi fisik Alcaraz menjadi sorotan. Beberapa menit sebelum pertandingan, ia sempat muntah dan mengeluh sakit perut, namun tetap melanjutkan pertarungan. Ketegangan memuncak ketika tie‑break akhir berakhir dengan ace krusial dari Shelton, menutup laga pada dini hari. Kemenangan ini tidak hanya menambah catatan pribadi Shelton, yang kini melaju ke semifinal melawan Frances Tiafoe, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius tentang penjadwalan US Open.

  • Martina Navratilova mengkritik: “Sesuatu harus berubah, ini tidak normal bagi olahraga apa pun.”
  • Aryna Sabalenka menambahkan: “Jam tidur, pemanasan, dan nutrisi terganggu karena pertandingan selesai terlalu larut.”
  • Venus Williams menyatakan: “Tidak ideal, terutama ketika pertandingan dimulai setelah tengah malam.”

Beberapa analis mengusulkan solusi, termasuk membatasi jumlah pertandingan pada malam hari menjelang kuarter final. Pelatih Ryan Harrison menilai tidak ada solusi mudah, sementara mantan juara Wimbledon Marion Bartoli menyarankan satu pertandingan per malam pada fase akhir turnamen. US Open sendiri merespons dengan humor, mengajak penggemar menulis surat kepada atasan mereka untuk meminta izin tidak masuk kerja pada hari berikutnya.

Di sisi lain, carlos alcaraz tetap menjadi sorotan utama. Setelah menurunkan rekor rekornya pada US Open 2022 melawan Jannik Sinner, ia kembali menantang harapan publik. Meski kekalahan ini mengguncang, pemain muda berusia 22 tahun tersebut menunjukkan semangat juang yang tinggi, bahkan setelah mengalami cedera pergelangan tangan kanan pada bulan April. Penampilannya di Flushing Meadows menegaskan bahwa ia masih menjadi ancaman serius di turnamen besar selanjutnya.

Baca juga:
Aryna Sabalenka Siap Ganda Gelar US Open: Dominasi di Lapangan dan Benturan dengan Pers

Dengan semifinal yang menanti, penonton dapat menyaksikan pertarungan antara Ben Shelton dan Frances Tiafoe, serta potensi pertemuan antara pemain Amerika lainnya. Sementara itu, dunia tenis terus memperdebatkan apakah jadwal yang menuntut pemain bermain hingga dini hari masih dapat diterima, atau apakah perubahan struktural diperlukan untuk melindungi kesejahteraan atlet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *