Ule.co.id – Pada pertandingan pembuka fase timur AFC Champions League Elite, Kashima Antlers menumpaskan Newcastle Jets dengan skor 7-1 di Kashima Stadium, menjadikan kashima vs newcastle jets menjadi sorotan utama. Laga yang berlangsung pada Selasa malam itu menandai debut menyakitkan Jets dalam kompetisi bergengsi tersebut, sementara pendukung Jepang menyaksikan aksi mengesankan Aleksandar Cavric yang mencetak hat-trick di babak pertama.
Awal pertandingan langsung menunjukkan dominasi Kashima. Cavric membuka skor pada menit ke-11, lalu menambah satu lagi hanya lima menit kemudian. Tekanan terus meningkat, dan pada menit ke-19 James Delianov, kiper Newcastle, secara tidak sengaja mencetak gol bunuh diri yang memperlebar keunggulan menjadi 3-0. Homare Tokuda menambah angka menjadi 4-0 pada menit ke-40, tepat sebelum Cavric menyelesaikan hat-tricknya pada menit ke-42, mengantarkan tim Jepang ke angka 5-0 sebelum jeda.
Babak kedua tidak memberikan harapan lebih bagi Jets. Tokuda kembali menemukan jaringan gawang pada menit ke-58, menjadikan skor 6-0. Kyosuke Tagawa menambah satu gol lagi pada menit ke-70, menegaskan keunggulan Kashima. Newcastle hanya berhasil mengurangi defisit lewat gol konversi Patrick Wood pada menit ke-79, namun selisih tujuh gol tetap tak terjangkau.
Kapten Mark Milligan mengakui kekalahan tersebut sebagai pelajaran pahit. “Ketika saya melihat hasilnya, seluruh tanggung jawab ada pada saya. Kami belajar pelajaran yang sangat sulit namun berharga,” ujar Milligan dalam konferensi pers pasca pertandingan. Ia menekankan bahwa tim lawan lebih berpengalaman dalam kompetisi internasional, sementara Jets masih dalam tahap pra-musim A-League.
Newcastle Jets masuk ke ACL sebagai juara reguler A-League musim lalu, menjadi satu-satunya wakil Australia setelah Adelaide United tersingkir di babak kualifikasi. Ini merupakan penampilan pertama Jets di ajang utama sejak 2009, dan sebelumnya mereka pernah kalah 4-1 dari Kashima Antlers pada fase playoff 2018. Kekalahan 7-1 ini menempatkan mereka di posisi terbawah klasemen fase grup, dengan tiga poin hanya dari gol tandang.
Berita buruk bagi Jets juga berarti peluang bagi tim lain. Gamba Osaka, yang akan menjadi lawan selanjutnya Newcastle di kandang, baru saja mengalahkan Cong An Ha Noi 4-1 dalam pembukaan mereka. Sementara itu, Adelaide United yang sebelumnya mengalahkan tim asal Vietnam, kini harus berjuang kembali setelah tersingkir di babak awal.
Dari segi taktik, Jets mencoba menekan tinggi sejak awal, namun kurangnya koordinasi defensif dan kesalahan individu, terutama pada Delianov, membuka celah bagi Kashima. Penyerangan cepat dan pergerakan terkoordinasi pemain Jepang membuat pertahanan Jets terdesak, sementara kurangnya pengalaman di tingkat Asia menambah beban mental pada pemain muda seperti Angus Reid dan Joel Bertolissio.
Keberhasilan Kashima Antlers juga mencerminkan tantangan yang dihadapi klub-klub Australia di ACL: jarak perjalanan yang jauh, perbedaan zona waktu, dan kondisi iklim yang ekstrem. Tim Al-Nassr, yang dipimpin oleh Ange Postecoglou, juga mengalami kekalahan telak 4-0 melawan Al-Ain dalam pertandingan yang sama, menegaskan bahwa adaptasi menjadi faktor krusial.
Dengan hasil ini, fokus Jets kini beralih pada perbaikan taktis dan persiapan mental menjelang laga melawan Gamba Osaka. Milligan menegaskan bahwa pelajaran dari kashima vs newcastle jets akan menjadi motivasi untuk bangkit kembali, sambil menunggu peluang kembali ke panggung Asia pada musim berikutnya.








