analitik

Lucas Da Cunha Siap Guncang Panggung Internasional, Debut Bersama Les Bleus di Belgia

Ule.co.id – Lucas Da Cunha, gelandang muda asal Roanne, kini berada di puncak kariernya setelah dipanggil oleh pelatih baru Timnas Prancis, Zinedine Zidane, untuk menghadiri laga UEFA Nations League melawan Belgia pada 1 Oktober 2024. Pemanggilan ini menjadi sorotan utama karena menandai debutnya bersama skuad nasional senior, sekaligus menegaskan perjalanan tak terduga pemain berusia 25 tahun ini dari tim-tim cadangan hingga panggung internasional.

Perjalanan Da Cunha dimulai di klub lokal Roannais Foot 42, di mana ia bergabung pada usia 10 tahun. Meskipun bakatnya sudah terlihat, ia sempat mengalami penolakan berulang kali dari akademi besar seperti AS Saint‑Étienne dan Olympique Lyonnais karena postur tubuhnya yang kurus. Hanya Stade Rennais yang memberi kesempatan, mengamati kualitas kaki kiri yang luar biasa dan kemampuan berlari dengan intensitas tinggi. Di Rennes, Da Cunha menorehkan prestasi sebagai juara Liga Prancis U17 dan U19, serta menandatangani kontrak profesional pertamanya pada Januari 2018.

Baca juga:
Kematian Finlay Tarling, Bintang Muda Balap Sepeda yang Berakhir Tragis
➜

Debut profesionalnya terjadi pada November 2019 di Liga Europa melawan Celtic Glasgow, namun kesempatan bermain terbatas. Pada musim panas 2020, ia pindah ke OGC Nice dan langsung dipinjamkan ke FC Lausanne di Swiss. Di sana, ia bertransformasi menjadi nomor 10, mencetak enam gol dan satu assist dalam 28 pertandingan, menunjukkan kemampuan menyerang yang mengesankan.

Kembalinya ke Nice tidak membuahkan banyak peluang, sehingga pada Januari 2022 ia bergabung dengan Clermont Foot di Ligue 1. Di Clermont, Da Cunha menjadi pemain penting dalam perjuangan klub mempertahankan posisinya di kasta tertinggi Prancis. Namun, titik balik terbesar datang pada Januari 2023 ketika ia menandatangani kontrak dengan Côme 1907, klub Serie B Italia. Kedatangan mantan bintang Spanyol Cesc Fàbregas sebagai pelatih mengubah peran Da Cunha menjadi gelandang bertahan (sentinelle), posisi yang kemudian mengantarkannya menjadi kapten tim dan membantu Côme promosi ke Serie A serta kualifikasi historis ke Liga Champions pada Mei 2024.

Keberhasilan di level klub tidak luput dari perhatian Zinedine Zidane, yang baru saja diangkat menjadi pelatih Timnas Prancis. Pada 18 September 2024, Zidane mengumumkan daftar pemain pertamanya, menambahkan Lucas Da Cunha bersama Andy Diouf sebagai nama baru yang belum pernah dipanggil sebelumnya. Pemilihan Da Cunha sebagai sentinelle di tengah lini tengah menandakan kepercayaan pelatih terhadap kemampuan defensif dan distribusi bola sang pemain.

Sementara itu, Timnas Prancis harus beradaptasi setelah kapten Kylian Mbappé mengalami cedera lutut pada pertandingan melawan Turki di Izmit, Turki. Cedera tersebut terjadi di lapangan dengan kondisi buruk, memaksa Mbappé kembali ke Real Madrid untuk perawatan. Ketiadaan Mbappé membuka peluang bagi pemain-pemain muda, termasuk Da Cunha, untuk mengisi kekosongan di lini serang dan tengah.

  • Penjaga gawang: Mike Maignan (AC Milan)
  • Bek kanan: Jules Koundé (FC Barcelona)
  • Bek tengah: Dayot Upamecano (Bayern Munich), Maxence Lacroix (Chelsea)
  • Bek kiri: Andy Diouf (Inter)
  • Gelandang bertahan: Lucas Da Cunha (Côme)
  • Gelandang tengah: Eduardo Camavinga (Real Madrid), Rayan Cherki (Manchester City)
  • Penyerang: Ousmane Dembélé (PSG), Michael Olise (Bayern Munich)

Berita ini menimbulkan spekulasi mengenai formasi yang akan dipilih Zidane melawan Belgia. Beberapa analis memperkirakan Da Cunha akan memulai sebagai gelandang bertahan, memberikan keseimbangan antara pertahanan dan transisi menyerang. Keberadaan Da Cunha di lini tengah diharapkan dapat menutup celah yang ditinggalkan oleh Mbappé serta menambah dimensi taktis bagi Les Bleus.

Baca juga:
Albania vs Belarus: Debut Pelatih Baru Bawa Kemenangan Tipis 2-0 di UEFA Nations League
➜

Selain faktor taktik, kehadiran Da Cunha juga menjadi simbol perjuangan dan ketekunan. Dari penolakan di akademi besar hingga menjadi kapten klub Italia yang berkompetisi di Liga Champions, cerita Lucas Da Cunha menginspirasi banyak pemain muda yang menghadapi rintangan serupa. Zidane sendiri mengungkapkan dalam konferensi pers bahwa Da Cunha memiliki mentalitas juara dan kemampuan adaptasi yang tinggi, kualitas yang sangat dibutuhkan dalam kompetisi internasional.

Jika Lucas Da Cunha berhasil menembus starting XI pada laga melawan Belgia, ia akan menjadi contoh nyata bahwa kerja keras dan kesabaran dapat membuka pintu kesempatan di panggung tertinggi sepakbola. Pertandingan tersebut tidak hanya menjadi ujian bagi Da Cunha, tetapi juga bagi Zidane dalam menyusun skuad yang kompetitif tanpa mengandalkan bintang utama seperti Mbappé.

Dengan dukungan rekan setim, pelatih, serta harapan ribuan penggemar, Lucas Da Cunha siap menorehkan babak baru dalam kariernya. Apakah ia akan menjadi batu loncatan bagi generasi baru gelandang Prancis? Waktu akan menjawab, namun satu hal pasti: nama Lucas Da Cunha kini tercatat dalam sejarah Timnas Prancis sebagai pemain yang berhasil mengubah nasibnya dari “recalé” menjadi “Bleu”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *