Naomi Osaka Akhiri US Open 2026 dengan Fashion Ikonik, Cedera, dan Pandangan Baru tentang Karier
Ule.co.id – Naomi Osaka menutup penampilannya di US Open 2026 dengan langkah yang tak terlupakan, memadukan kemenangan fashion dan pengakuan tentang cedera yang mengganggu performanya. Setelah tersingkir di putaran keempat oleh Elena Rybakina, Osaka melangkah ke lapangan dengan jubah berwarna-warni berlapis bulu yang dirancang oleh label Brooklyn, KidSuper, lengkap dengan headband bergaya logo NBA yang dimodifikasi menjadi raket tenis. Penampilan tersebut menjadi puncak dari rangkaian busana bertema basket yang ia perkenalkan bersama Nike untuk merayakan kemenangan New York Knicks.
Serangkaian outfit yang dipilih Osaka selama turnamen mencerminkan kolaborasi erat dengan stylist selebriti Law Roach. Mulai dari inspirasi Allen Iverson dalam “Who Decides War”, hingga perpaduan tenis dan basket ala Thom Browne, serta sentuhan sporty tailoring dari Monse, setiap penampilan dirancang untuk mengekspresikan semangat New York. Osaka mengaku merasa “swaggy” saat mengenakan jubah terakhir tersebut, menambahkan bahwa pakaian itu “mewakili New York secara penuh”.
Pertandingan melawan Rybakina berakhir dengan skor 6-1, 6-4, menandai berakhirnya harapan Osaka untuk meniru penampilan semifinal tahun sebelumnya. Di sela-sela kemenangan lawan, Osaka mengungkapkan bahwa rasa sakit pada kakinya telah memburuk sejak musim rumput. Ia mengakui bahwa ketidaknyamanan tersebut memaksa ia mengubah strategi servis, berusaha mengurangi dampak saat mendarat, namun tetap tidak cukup untuk menahan serangan Rybakina.
“Ya, saya terkompromi. Pada pertandingan terakhir saya, rasa sakit di kaki terasa lebih kuat, dan pagi ini semakin parah,” ujar Osaka dalam konferensi pers pasca-pertandingan. Ia menambahkan, “Saya tidak bisa mendorong kaki seperti yang saya inginkan, dan setiap kali saya mendarat, terasa sakit. Saya mencoba melayani lebih lambat untuk mengurangi beban, dan itu membantu sebentar, tetapi lawan saya tetap menguasai set kedua.”
Meskipun kecewa dengan hasilnya, Osaka menampilkan sikap yang lebih dewasa dalam menanggapi kekalahan. “Saya tidak lagi merasa sangat kecewa. Ini perasaan yang aneh, mungkin karena saya semakin tua,” katanya. Ia menekankan bahwa kebahagiaan kini lebih banyak bersumber dari keluarga, terutama kesehatan putrinya, dan kesempatan untuk berkompetisi di Grand Slam masih menjadi anugerah. Osaka menegaskan, “Saya belajar dari setiap kekalahan, dan saya tidak terlalu sedih karena saya tahu apa yang penting dalam hidup saya.”
Selama turnamen, Osaka juga menjadi suara yang menegur perilaku penonton. Bersama rekan setimnya Coco Gauff, ia meminta penonton untuk menghormati etika olahraga setelah gangguan yang disebabkan oleh influencer dengan lampu ring dan suara berisik. Insiden tersebut memicu keputusan Wimbledon 2027 untuk melarang influencer di area kompetisi, sebuah langkah yang diharapkan melindungi konsentrasi pemain.
Keberhasilan Osaka dalam menggabungkan fashion, sport, dan advokasi etika menegaskan posisinya sebagai ikon multitalenta. Meski cedera menghambat performa, ia tetap memandang masa depan dengan optimisme. Dengan dukungan tim medis, perencanaan pemulihan yang terstruktur, dan semangat untuk bereksperimen dengan penampilan di lapangan, Osaka menyiapkan diri untuk kembali bersaing di musim berikutnya, baik di hardcourt Amerika maupun turnamen Grand Slam lainnya.
Ke depan, penggemar dapat mengharapkan lebih banyak kolaborasi kreatif antara Osaka, desainer, dan merek sport, sekaligus penampilan yang tetap menginspirasi. Meskipun perjalanan kariernya kini memasuki fase yang lebih reflektif, Naomi Osaka tetap menjadi sosok yang mempengaruhi dunia tenis dan budaya pop secara bersamaan.

