analitik

Bupati Mura Tekankan ASN Disiplin, Peringatkan yang Tak Patuh

Ule.co.id – Bupati Mura Peringatkan ASN yang Tak Disiplin dalam sambutan resmi saat penyerahan Satyalancana Karya Satya, menegaskan bahwa kedisiplinan adalah pondasi utama pelayanan publik yang berkualitas.

Heriyus, Bupati Murung Raya, menyoroti bahwa meski sebagian besar aparatur sipil negara (ASN) telah menunjukkan komitmen tinggi, masih ada sejumlah kecil yang melanggar ketentuan disiplin yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No 94/2021. Ia mengingatkan bahwa pelanggaran tidak hanya merusak citra institusi, tetapi juga menghambat akses layanan bagi warga.

Baca juga:
Fraksi PD DPRD Barut Soroti Kualitas Belanja dan Evaluasi Silpa, Tinjauan Mendalam atas Rancangan Peraturan Daerah

Heriyus menambahkan, “Saya tidak henti-hentinya menyampaikan dan mengingatkan agar saudara-saudari lebih meningkatkan kedisiplinan, khususnya menaati segala kewajiban dan larangan yang diatur dalam ketentuan.” Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan standar kerja yang profesional.

Dalam rangka memperkuat pengawasan, Bupati meminta BKPSDM bekerjasama dengan Inspektorat untuk melakukan pemantauan intensif terhadap ASN yang dinilai kurang aktif. Ia mencontohkan kasus guru di beberapa desa yang tidak melaksanakan tugas selama berbulan‑bulan, meskipun masih ada murid yang menunggu layanan pendidikan. “Ada laporan WA masuk ke saya, saya tidak mau menyebutkan nama desa, namun hal ini harus ditindaklanjuti,” ujarnya.

Kasus lain yang diangkat adalah praktik absensi semu, di mana sebagian pegawai hanya datang untuk menandatangani daftar hadir, kemudian meninggalkan tempat kerja dan kembali pada sore hari untuk mengisi absensi. “Jangan ada lagi yang seperti itu. Semua itu terpantau,” tegas Heriyus, menekankan bahwa sistem monitoring digital telah memudahkan identifikasi perilaku tidak produktif.

Penghargaan Satyalancana Karya Satya yang diberikan kepada 27 ASN di Kabupaten Murung Raya menjadi momentum bagi Bupati untuk menekankan kembali nilai ASN disiplin. Ia berharap penerima penghargaan tidak hanya menyimpan medali sebagai simbol, tetapi juga menjadikannya motivasi untuk terus meningkatkan etos kerja, keaktifan, dan integritas.

Fokus utama Bupati adalah menciptakan budaya kerja yang transparan dan akuntabel. Oleh karena itu, ia meminta setiap unit kerja untuk menyusun laporan bulanan yang mencakup indikator kinerja, kehadiran, serta catatan pelanggaran. Data tersebut akan menjadi bahan evaluasi tahunan dalam penetapan kenaikan pangkat dan tunjangan.

Baca juga:
Menteri Hukum Harap Rencana Induk KI Nasional Jadi Proyek Strategis untuk Membangun Ekosistem

Selain itu, Heriyus menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mengawasi kinerja ASN. “Jika ada laporan atau keluhan, jangan ragu untuk menyampaikannya kepada kami atau langsung ke BKPSDM,” ujarnya, menegaskan bahwa partisipasi publik merupakan bagian integral dari mekanisme akuntabilitas.

Langkah-langkah yang diusulkan meliputi:

  • Pembentukan tim monitoring khusus di setiap kecamatan.
  • Penerapan sistem absensi berbasis GPS untuk menghindari manipulasi.
  • Penyuluhan rutin tentang etika kerja dan peraturan disiplin.
  • Penguatan sanksi administratif bagi pelanggar berulang.

Dengan serangkaian kebijakan tersebut, Bupati berharap ASN di Murung Raya dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menegakkan disiplin kerja. Ia menutup sambutan dengan harapan bahwa setiap pegawai, khususnya penerima Satyalancana Karya Satya, akan terus menjadi teladan bagi rekan sejawatnya.

Penguatan disiplin ASN tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Bupati Mura Peringatkan ASN yang Tak Disiplin, sekaligus mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam menciptakan birokrasi yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kepuasan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *