Komisi VII DPR Dorong Kemenperin Ciptakan Inovasi Industri untuk Perkuat Rupiah di Tengah Tekanan Global
JAKARTA, Ule.co.id – Komisi VII DPR RI mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk menghadirkan berbagai inovasi dan terobosan baru di sektor industri guna membantu perkuat rupiah sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, saat rapat kerja bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.
Menurut Saleh, gejolak ekonomi global saat ini perlu diantisipasi dengan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas ekonomi domestik. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memperkuat sektor industri nasional agar mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan daya saing Indonesia.
“Kita tidak ingin situasi global membuat pelaku usaha yang memiliki dana besar justru beralih menyimpan aset dalam bentuk dolar AS. Jika itu terjadi secara masif, permintaan dolar akan meningkat dan berpotensi menekan nilai tukar rupiah,” ujar Saleh.
Industri Dinilai Kunci untuk Perkuat Rupiah
Saleh menegaskan bahwa pembangunan sektor industri memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Industri yang kuat tidak hanya mampu menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan ekspor, mengurangi ketergantungan impor, serta membantu perkuat rupiah dalam jangka panjang.
Menurutnya, negara-negara dengan sektor industri yang maju umumnya memiliki fondasi ekonomi yang lebih kokoh dalam menghadapi gejolak pasar global.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki sektor industri yang maju. Indonesia harus bergerak ke arah tersebut. Karena itu, kami berharap Kementerian Perindustrian terus mengembangkan strategi dan peta jalan industri yang lebih komprehensif,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan sektor manufaktur dan industri pengolahan dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan produktivitas nasional sekaligus memperluas basis ekonomi Indonesia.
Kemenperin Diminta Siapkan Peta Jalan Industri Masa Depan
Dalam rapat tersebut, Saleh juga meminta Kemenperin menjelaskan langkah-langkah strategis yang akan ditempuh dalam mengembangkan industri nasional ke depan.
Menurut dia, peta jalan industri yang jelas diperlukan agar Indonesia memiliki arah pembangunan yang terukur dan mampu bersaing dengan negara-negara lain di kawasan maupun dunia.
Pengembangan industri berbasis teknologi, hilirisasi sumber daya alam, digitalisasi manufaktur, hingga penguatan industri hijau dinilai menjadi beberapa sektor yang perlu mendapatkan perhatian lebih besar.
Dengan adanya strategi yang terarah, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan investasi, memperbesar kapasitas produksi dalam negeri, serta memperkuat struktur ekonomi nasional.
DPR Soroti Efektivitas Anggaran Kemenperin
Selain membahas penguatan industri, Komisi VII DPR juga menyoroti penggunaan anggaran Kementerian Perindustrian.
Saleh menilai sebagian besar anggaran Kemenperin saat ini masih terkonsentrasi pada pengembangan pendidikan vokasi melalui Politeknik Perindustrian. Meskipun program tersebut dinilai sangat penting untuk mencetak tenaga kerja terampil, ia berharap alokasi anggaran juga diperkuat pada sektor lain yang secara langsung mendukung lahirnya industri baru.
“Pendidikan vokasi memang sangat penting karena menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten. Namun, upaya tersebut perlu diimbangi dengan program-program lain yang mampu mendorong penciptaan industri baru dan inovasi di berbagai sektor,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan anggaran yang lebih merata dapat mempercepat pertumbuhan industri nasional dan menghasilkan dampak ekonomi yang lebih luas.
Inovasi Industri Jadi Faktor Penting Daya Saing Nasional
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus mendorong transformasi industri melalui berbagai program, termasuk implementasi industri 4.0, hilirisasi komoditas strategis, dan pengembangan kawasan industri.
Namun, tantangan global yang semakin kompleks membuat kebutuhan terhadap inovasi menjadi semakin mendesak. Inovasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga model bisnis, efisiensi produksi, serta pengembangan produk bernilai tambah tinggi.
Penguatan inovasi industri dinilai dapat meningkatkan produktivitas nasional, menarik investasi baru, dan memperbesar kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Di sisi lain, peningkatan ekspor produk industri juga berpotensi menghasilkan tambahan devisa yang pada akhirnya membantu perkuat rupiah dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Harapan terhadap Industri Nasional
Komisi VII DPR berharap Kementerian Perindustrian dapat terus memperkuat program-program yang mendorong pertumbuhan industri nasional, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.
Dengan strategi yang tepat, sektor industri diyakini mampu menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi terhadap berbagai tekanan eksternal.
Selain menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan investasi, industri yang kuat juga dipandang sebagai salah satu instrumen penting untuk perkuat rupiah, meningkatkan ekspor, dan menjaga keberlanjutan pembangunan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

