Kalteng

21 Tahun Berkarya: Dari Staf Bawah Hingga Pimpin Diskominfo, Jejak Karier Dody Irawan di Palangka Raya

21 Tahun Berkarya: Dari Staf Bawah Hingga Pimpin Diskominfo, Jejak Karier Dody Irawan di Palangka Raya

Ule.co.id – Dari Kembali Jadi Staf hingga Pimpin Diskominfo 21 Tahun Perjalanan Dody Irawan menjadi contoh nyata ketekunan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang tidak menyerah pada liku karier. Kini, Dody Irawan menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya, setelah menapaki dua dekade lebih pengalaman di sektor perencanaan pembangunan daerah.

Perjalanan panjangnya dimulai pada tahun 2005, ketika ia diterima sebagai PNS di Bappeda Kabupaten Barito Timur. Lulusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Nasional Malang, Dody sempat bekerja di sebuah konsultan sebelum beralih ke layanan publik. Selama hampir delapan tahun pertama, ia mengabdi di Bappeda Barito Timur serta sempat menempati posisi di Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertambangan serta Energi setempat.

Pada 2017, Dody dipindahkan ke Kota Palangka Raya. Alih fungsi ini justru memaksanya kembali menjadi staf, meski sebelumnya telah pernah menduduki jabatan eselon IV. “Saya mutasi dari Dinas PU Barito Timur ke Bappeda Kota Palangka Raya dan harus memulai lagi dari bawah,” ungkapnya. Keputusan itu tidak membuatnya mundur; sebaliknya, ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam jaringan dan pemahaman lintas sektor.

Selama sembilan tahun di Bappeda Kota Palangka Raya, Dody mengemban berbagai tanggung jawab, termasuk sebagai Kepala Bidang Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur, dan Kewilayahan. Posisi eselon III itu dijalaninya selama empat tahun, mengawasi koordinasi dengan lebih dari 14 OPD mitra, termasuk Diskominfo. Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika pada 2026 ia dilantik memimpin Diskominfo, menjembatani kebutuhan komunikasi digital dengan kebijakan pembangunan kota.

Kisah karier Dody Irawan bukan sekadar naik jabatan, melainkan juga tentang adaptasi. Dari kembali menjadi staf hingga pimpin Diskominfo, ia belajar mengelola tim, memanfaatkan data statistik, serta mengoptimalkan infrastruktur TI untuk layanan publik. Di era digital, peran Diskominfo menjadi krusial dalam mengintegrasikan layanan e‑government, memperkuat keamanan siber, dan meningkatkan transparansi informasi bagi warga Palangka Raya.

Di balik profesionalisme di kantor, Dody menyeimbangkan kehidupan keluarga. Ia menikah dengan seorang perawat di Puskesmas Bukit Hindu dan memiliki tiga anak. Anak pertama sedang menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, anak kedua berada di kelas X SMA, sementara anak ketiga masih di kelas IV MIN 1 Palangka Raya. Keluarga menjadi sumber motivasi yang tak ternilai bagi Dody dalam melanjutkan dedikasinya sebagai pelayan publik.

Pengalaman lebih dari 80 persen kariernya di lingkungan perencanaan pembangunan daerah memberi Dody Irawan perspektif unik dalam memimpin Diskominfo. Ia memahami kebutuhan lintas OPD, mengantisipasi tantangan infrastruktur digital, serta menyiapkan strategi komunikasi yang responsif terhadap dinamika kota yang terus berkembang.

Ke depan, Dody menargetkan peningkatan layanan digital, termasuk peluncuran portal data terbuka, peningkatan jaringan internet daerah, dan program literasi digital untuk warga. Dengan latar belakang perencanaan, ia berharap kebijakan teknologi informasi dapat selaras dengan rencana pembangunan jangka panjang Palangka Raya.

Dengan lebih dari dua dekade mengabdi, Dody Irawan membuktikan bahwa kegigihan, fleksibilitas, dan komitmen pada pelayanan publik dapat mengubah rintangan menjadi peluang. Dari kembali menjadi staf hingga pimpin Diskominfo, 21 tahun perjalanan Dody Irawan menjadi inspirasi bagi generasi ASN yang ingin menapaki karier penuh makna.

Helena Hedda Hedda

Helena Hedda Hedda memulai karirnya sebagai seorang blogger hobi di Bali sejak 2011, menulis tentang berbagai hal yang menarik bagi dirinya. Di luar kegiatan menulis, Helena memiliki hobi memasak masakan pedas yang pedasnya menggugah selera dan mengamati tinju dengan antusias. Dengan penulisan yang sederhana dan langsung, Helena berhasil membangun reputasi sebagai penulis yang unik dan menarik. Kini, karya-karyanya menjadi sorotan bagi pecinta tulisan yang suka dengan gaya penulisan yang to-the-point.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *