Hari Jadi ke-24 Gumas Meriah, Belasan Lomba Budaya dan Puluhan UMKM Ramaikan Perayaan
KUALA KURUN, Ule.co.id – Perayaan Hari Jadi ke-24 Gumas resmi dimulai dengan dibukanya Pesta Pasar Rakyat dan Festival Budaya Mihing Manasa (FBMM) di Stadion Mini Kuala Kurun, Senin malam. Beragam kegiatan budaya, ekonomi kreatif, hingga pelayanan sosial disiapkan untuk memeriahkan momentum bertambahnya usia Kabupaten Gunung Mas yang akan genap 24 tahun pada 21 Juni 2026.
Pembukaan rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-24 Gumas dilakukan langsung oleh Bupati Gunung Mas Jaya S Monong. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menyukseskan seluruh agenda yang telah disiapkan pemerintah daerah dan panitia.
“Mari kita semua menyukseskan dan meramaikan seluruh kegiatan dalam rangka Hari Jadi ke-24 Gumas,” ujar Jaya S Monong.
Perayaan tahun ini tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperkuat identitas budaya daerah, serta meningkatkan kebersamaan antarwarga di Kabupaten Gunung Mas.
Puluhan UMKM Ramaikan Pesta Pasar Rakyat
Salah satu agenda utama dalam Hari Jadi ke-24 Gumas adalah penyelenggaraan Pesta Pasar Rakyat yang menghadirkan puluhan pelaku usaha lokal.
Berdasarkan data panitia, kegiatan tersebut diikuti oleh:
- 65 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
- 30 Pedagang Kaki Lima (PKL)
- 6 stan pameran
Keikutsertaan para pelaku usaha tersebut diharapkan mampu memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah kepada masyarakat luas sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi selama perayaan berlangsung.
Berbagai produk yang ditawarkan mulai dari kuliner khas daerah, kerajinan tangan, produk kreatif, hingga berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.
Kehadiran UMKM menjadi salah satu fokus utama dalam Hari Jadi ke-24 Gumas karena sektor usaha kecil dan menengah dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Ajak Masyarakat Jaga Ketertiban
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jaya S Monong juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kenyamanan selama mengikuti rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-24 Gumas.
Ia meminta pengunjung untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, mematuhi aturan yang berlaku, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.
Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar hingga selesai.
Selain menjadi ajang hiburan, perayaan ini juga menjadi momentum mempererat hubungan antarwarga dari berbagai wilayah di Kabupaten Gunung Mas.
FBMM Hadirkan Belasan Cabang Lomba Budaya
Selain Pesta Pasar Rakyat, perayaan Hari Jadi ke-24 Gumas juga dimeriahkan oleh Festival Budaya Mihing Manasa atau FBMM yang menjadi salah satu agenda budaya terbesar di daerah tersebut.
Festival ini diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari 12 kecamatan se-Kabupaten Gunung Mas.
Berbagai cabang perlombaan budaya akan dipertandingkan selama festival berlangsung. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan kemampuan, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Bupati Jaya S Monong berharap seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan menjunjung tinggi sportivitas.
“Seluruh peserta festival hendaknya berlomba dengan mengedepankan sportivitas. Saya doakan sehat selalu agar dapat memberi penampilan terbaik kala bersaing di setiap cabang lomba nantinya,” katanya.
Ajang Pelestarian Budaya Lokal
FBMM menjadi salah satu kegiatan penting dalam rangkaian Hari Jadi ke-24 Gumas karena memiliki tujuan utama melestarikan budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ketua Panitia Hari Jadi ke-24 Gumas, Baryen, menjelaskan bahwa festival tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.
Melalui festival ini, masyarakat dapat menyaksikan berbagai pertunjukan seni, keterampilan tradisional, serta ekspresi budaya yang menjadi identitas Kabupaten Gunung Mas.
Pelestarian budaya dinilai sangat penting di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, sehingga tradisi dan nilai-nilai lokal tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ada 13 Cabang Lomba yang Dipertandingkan
Pada pelaksanaan tahun ini, FBMM mempertandingkan sebanyak 13 cabang lomba.
Beberapa cabang yang menjadi perhatian masyarakat antara lain:
- Karnaval Budaya
- Karungut
- Manyipet
- Tari Daerah
- Pemilihan Putra Pariwisata
- Pemilihan Putri Pariwisata
- Lomba seni tradisional lainnya
Berbagai perlombaan tersebut menjadi daya tarik tersendiri dalam Hari Jadi ke-24 Gumas karena menampilkan keragaman budaya dan kreativitas masyarakat dari berbagai kecamatan.
Setiap peserta akan berupaya menampilkan kemampuan terbaiknya untuk meraih prestasi sekaligus memperkenalkan budaya daerah masing-masing.
FBMM Tahun Ini Jadi Edisi Terakhir dengan Nama Lama
Ada hal menarik dalam pelaksanaan festival budaya tahun ini. Baryen mengungkapkan bahwa FBMM 2026 menjadi penyelenggaraan terakhir dengan nama dan trofi yang digunakan saat ini.
Pemerintah daerah berencana melakukan perubahan identitas festival mulai tahun depan.
Perubahan tersebut mencakup:
- Nama festival baru
- Logo baru
- Trofi baru
- Identitas visual baru
Meski demikian, semangat pelestarian budaya yang menjadi dasar pelaksanaan festival akan tetap dipertahankan.
Karena itu, pelaksanaan FBMM pada Hari Jadi ke-24 Gumas memiliki nilai historis tersendiri karena menjadi penutup dari era festival dengan identitas yang selama ini dikenal masyarakat.
Berbagai Kegiatan Sosial dan Olahraga Turut Digelar
Selain kegiatan budaya dan ekonomi, rangkaian Hari Jadi ke-24 Gumas juga diisi dengan berbagai program sosial dan olahraga yang melibatkan masyarakat secara luas.
Sejumlah kegiatan yang telah dijadwalkan antara lain:
- Pengobatan gratis
- Donor darah
- Sunat massal
- Fun Run 5K
- Lomba video reels
- Berbagai kegiatan hiburan masyarakat
Program-program tersebut dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada warga sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perayaan hari jadi kabupaten.
Kegiatan sosial seperti donor darah dan pengobatan gratis diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
Sementara kegiatan olahraga seperti Fun Run 5K menjadi sarana untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan warga.
Momentum Promosi Potensi Daerah
Perayaan Hari Jadi ke-24 Gumas juga menjadi kesempatan strategis untuk mempromosikan berbagai potensi daerah kepada masyarakat luas.
Melalui Pesta Pasar Rakyat, produk-produk UMKM lokal mendapat ruang untuk dikenal lebih luas. Di sisi lain, FBMM menjadi etalase budaya yang menunjukkan kekayaan tradisi masyarakat Gunung Mas.
Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat meningkatkan daya tarik daerah sekaligus membuka peluang pengembangan sektor ekonomi kreatif, pariwisata, dan budaya di masa mendatang.
Dengan melibatkan pelaku usaha, seniman, komunitas budaya, hingga masyarakat umum, perayaan ini menjadi gambaran kolaborasi berbagai elemen dalam membangun Kabupaten Gunung Mas.
Masyarakat Diajak Ikut Memeriahkan Perayaan
Rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-24 Gumas masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan berbagai agenda yang telah disiapkan panitia.
Pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang tersedia. Selain menjadi sarana hiburan, perayaan ini juga menjadi momentum memperkuat rasa memiliki terhadap daerah dan melestarikan warisan budaya lokal.
Dengan puluhan UMKM, belasan lomba budaya, serta berbagai kegiatan sosial dan olahraga, Hari Jadi ke-24 Gumas diharapkan menjadi perayaan yang meriah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Gunung Mas.

