analitik

Dinkes Gunung Mas Perluas Jangkauan PKG, Pekerja Perusahaan Jadi Sasaran Strategis Deteksi Dini Penyakit

KUALA KURUN, Ule.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, terus mengakselerasi pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dengan pendekatan jemput bola yang semakin agresif. Tidak hanya menyasar masyarakat umum, program ini kini diperluas ke lingkungan perusahaan, mencakup pekerja di sektor BUMN, BUMD, hingga perusahaan besar swasta (PBS).

Langkah ini dinilai strategis dalam meningkatkan cakupan layanan kesehatan sekaligus memperkuat upaya deteksi dini penyakit di kalangan pekerja—segmen yang selama ini kerap luput dari pemeriksaan rutin akibat keterbatasan waktu dan akses layanan.

Baca juga:
Akun Pemprov Serempak Ucapkan Ultah Istri Gubernur: Evaluasi Komunikasi di Tengah Krisis Karhutla Kalteng

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Gunung Mas, Rina Sari, menegaskan bahwa ekspansi program PKG ke sektor perusahaan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan merata.

“Program ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga pekerja di berbagai sektor. Kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk karyawan perusahaan, mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan secara gratis sebagai langkah preventif,” ujar Rina Sari saat dihubungi dari Kuala Kurun, Sabtu (18/4).

Jemput Bola: Strategi Efektif Menjangkau Pekerja

Pendekatan jemput bola menjadi kunci utama dalam implementasi PKG di Gunung Mas. Melalui jaringan puskesmas yang tersebar di berbagai kecamatan, Dinkes mampu mendatangi langsung lokasi kerja para karyawan, sehingga hambatan waktu dan mobilitas dapat diminimalkan.

Model layanan ini terbukti efektif. Dalam beberapa hari terakhir, pelaksanaan PKG telah menjangkau sejumlah institusi strategis. Untuk sektor BUMN, pemeriksaan kesehatan telah dilakukan terhadap pegawai PT PLN di Kuala Kurun pada Kamis (16/4). Sementara itu, sektor BUMD juga tidak luput dari sasaran, dengan pekerja Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Maruang Duhung telah mengikuti pemeriksaan pada Jumat (17/4).

Rina Sari menekankan bahwa keberhasilan awal ini menjadi pijakan untuk memperluas cakupan program ke lebih banyak perusahaan, termasuk sektor swasta skala besar yang memiliki jumlah tenaga kerja signifikan.

“Kami akan terus bergerak. Puskesmas menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program ini. Ke depan, perusahaan-perusahaan besar swasta juga akan kami jangkau secara bertahap,” katanya.

Target Ambisius 62 Ribu Warga pada 2026

Secara keseluruhan, Dinkes Gunung Mas menargetkan sedikitnya 62.727 warga dapat mengikuti program PKG sepanjang tahun 2026. Target ini mencerminkan ambisi pemerintah daerah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif.

Dalam konteks ini, pekerja perusahaan menjadi kelompok prioritas karena memiliki peran penting dalam roda ekonomi daerah. Kondisi kesehatan yang baik diyakini berbanding lurus dengan produktivitas kerja.

“Kesadaran akan pentingnya kesehatan harus ditanamkan sejak dini. Jika pekerja sehat, maka produktivitas meningkat, dan secara tidak langsung berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Rina.

Puskesmas Kurun Jadi Garda Terdepan

Di tingkat operasional, Puskesmas Kurun menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang aktif menjalankan program PKG. Wilayah kerjanya mencakup sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Kurun, yakni Kelurahan Kuala Kurun, Desa Tumbang Tambirah, Desa Penda Pilang, dan Desa Tumbang Manyangan.

Kepala Puskesmas Kurun, Vera Crista, menjelaskan bahwa seluruh pekerja yang berada di wilayah tersebut, baik dari sektor BUMN, BUMD, maupun PBS, menjadi target layanan PKG.

“Untuk BUMN, saat ini kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap pegawai PLN. Selanjutnya, kami juga akan menyasar BUMN lain, termasuk sektor perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara),” ungkap Vera.

Ia menambahkan, untuk sektor BUMD, pemeriksaan telah dilakukan kepada pekerja Perumdam Maruang Duhung. Sementara itu, pelaksanaan PKG untuk perusahaan besar swasta sedang dalam tahap koordinasi dan penjadwalan.

“Secara bertahap, semua akan kami jangkau. Tujuannya jelas, memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam akses layanan kesehatan,” tegasnya.

Respons Positif dari Dunia Usaha

Program PKG yang digagas Dinkes Gunung Mas mendapat respons positif dari kalangan perusahaan. Direktur Perumdam Maruang Duhung, Hendra Toendan, menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai program ini memberikan manfaat langsung bagi karyawan.

“Program ini sangat membantu dalam menjaga kesehatan pekerja. Dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga institusi, karena kinerja karyawan akan lebih optimal,” ujarnya.

Baca juga:
Calon Paskibraka Palangka Raya Ikuti Pusdiklat Sistem Desa Bahagia, Siap Mengibarkan Bendera

Hendra juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Menurutnya, kesehatan pekerja merupakan aset penting yang harus dijaga secara berkelanjutan.

“Pelayanan kepada pelanggan juga akan meningkat jika didukung oleh sumber daya manusia yang sehat. Jadi ini adalah investasi jangka panjang,” tambahnya.

Deteksi Dini Jadi Kunci Pencegahan

Program PKG tidak sekadar memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar, tetapi juga berperan sebagai instrumen deteksi dini terhadap berbagai penyakit, baik menular maupun tidak menular.

Dengan pemeriksaan rutin, potensi penyakit seperti hipertensi, diabetes, hingga gangguan metabolik dapat teridentifikasi lebih awal. Hal ini memungkinkan intervensi medis dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Dalam konteks kesehatan kerja, deteksi dini juga penting untuk mengidentifikasi risiko kesehatan yang berkaitan dengan lingkungan kerja, seperti paparan bahan kimia, kelelahan kronis, hingga gangguan ergonomi.

“Banyak pekerja yang merasa sehat, padahal sebenarnya memiliki faktor risiko penyakit. Di sinilah pentingnya pemeriksaan rutin,” kata salah satu tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelaksanaan PKG.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Meski menunjukkan progres positif, pelaksanaan PKG di Gunung Mas tidak lepas dari sejumlah tantangan. Di antaranya adalah keterbatasan sumber daya manusia, luasnya wilayah geografis, serta perlunya koordinasi intensif dengan pihak perusahaan.

Namun demikian, Dinkes optimistis program ini dapat berjalan optimal dengan dukungan semua pihak. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan, termasuk peran aktif perusahaan dalam memfasilitasi pelaksanaan pemeriksaan bagi karyawannya.

Ke depan, Dinkes juga membuka peluang untuk mengintegrasikan program PKG dengan layanan kesehatan digital, seperti pencatatan rekam medis elektronik dan sistem monitoring kesehatan berbasis aplikasi.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses informasi kesehatan mereka.

Mendorong Budaya Hidup Sehat

Lebih dari sekadar program layanan, PKG diharapkan mampu membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pekerja. Edukasi menjadi bagian integral dari setiap kegiatan pemeriksaan, mulai dari pola makan sehat, aktivitas fisik, hingga manajemen stres.

Dengan pendekatan yang komprehensif, program ini tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pencegahan dan peningkatan kualitas hidup.

“Harapannya, masyarakat tidak hanya datang untuk diperiksa, tetapi juga mulai mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat,” kata Rina Sari.

Ekspansi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis ke lingkungan perusahaan menandai langkah progresif Dinkes Gunung Mas dalam memperluas akses layanan kesehatan. Dengan strategi jemput bola dan kolaborasi lintas sektor, program ini berpotensi menjadi model pelayanan kesehatan preventif yang efektif di daerah.

Jika konsistensi dan dukungan terus terjaga, target puluhan ribu peserta pada 2026 bukanlah hal yang mustahil. Lebih dari itu, yang ingin dicapai adalah masyarakat Gunung Mas yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *