DPRD Dukung ASN Turut Padamkan Karhutla, Tekankan Pelatihan dan Kesehatan untuk Penanggulangan Kebakaran
Ule.co.id – DPRD Dukung ASN Turut Padamkan Karhutla menjadi sorotan utama di Palangka Raya setelah anggota DPRD Kalimantan Tengah, Asdy Narang, menegaskan pentingnya persiapan teknis dan kesehatan bagi lebih dari 2.000 aparatur sipil negara yang akan dilibatkan sebagai relawan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Dalam rapat yang digelar pada Selasa (1/9), Asdy Narang menyampaikan bahwa pemerintah provinsi Kalteng berencana menambah jumlah ASN yang berperan dalam pemadaman karhutla. Ia menekankan bahwa pelibatan ini harus didukung dengan perencanaan matang, mengingat mayoritas ASN tidak memiliki latar belakang sebagai petugas pemadam kebakaran. Menurutnya, penempatan massal tanpa pembekalan yang memadai dapat menimbulkan risiko operasional di lapangan.
Asdy mengingatkan, “ASN ini kan ASN yang biasa berada di kantor, bukan yang memang secara spesifik tugasnya untuk memadamkan api. Kekurangannya, mereka tidak dibekali pelatihan dan tidak ada sosialisasi.” Pernyataan tersebut menegaskan kembali bahwa DPRD Dukung ASN Turut Padamkan Karhutla harus diiringi dengan program pelatihan dasar yang disesuaikan dengan tingkat risiko kebakaran.
Untuk mengurangi potensi kesalahan, ia mengusulkan pengerahan secara bertahap. Contohnya, memulai dengan 100 orang yang menerima pelatihan sederhana selama satu hingga dua hari, kemudian baru ditugaskan ke lokasi yang kondisinya relatif terkendali. “Tidak langsung 2.000. Tapi perlahan. Misalnya 100 orang dibekali pelatihan sederhana. Setelah selesai pelatihan satu sampai dua hari, baru diterjunkan ke lapangan,” ujar Asdy.
Selain aspek teknis, faktor kesehatan menjadi sorotan penting. Asdy menekankan bahwa setiap ASN yang akan berangkat harus menjalani pemeriksaan medis menyeluruh untuk memastikan kondisi fisik yang memadai. “Pemeriksaan kesehatan itu penting. Setiap yang ikut harus diperiksa dulu. Jangan sampai ada yang memiliki riwayat penyakit jantung, asma, atau penyakit bawaan lainnya, kemudian tiba-tiba mengalami serangan saat di lapangan,” tegasnya.
DPRD Kalteng secara umum mendukung inisiatif keterlibatan ASN dalam upaya pemadaman karhutla, namun menuntut pemerintah provinsi untuk menempatkan keselamatan personel sebagai prioritas utama. Hal ini mencakup penyediaan perlengkapan keselamatan, pelatihan dasar, serta penempatan yang sesuai dengan kemampuan masing‑masing. Dengan demikian, peran ASN dapat menjadi nilai tambah bagi tim pemadam yang berpengalaman tanpa menimbulkan beban tambahan.
Rekomendasi Asdy Narang dapat dirangkum dalam poin‑poin berikut:
- Pengerahan ASN secara bertahap, dimulai dengan kelompok kecil yang telah dilatih.
- Penyediaan pelatihan dasar mengenai teknik pemadaman, penggunaan alat, dan prosedur evakuasi.
- Pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum penugasan di lapangan.
- Penempatan ASN pada tugas pendukung di area dengan risiko rendah sebelum beralih ke zona berbahaya.
- Monitoring dan evaluasi berkala terhadap efektivitas kontribusi ASN dalam penanggulangan karhutla.
Jika rekomendasi ini diimplementasikan, diharapkan keterlibatan ASN tidak hanya meningkatkan jumlah tenaga kerja di lapangan, tetapi juga memperkuat koordinasi antar‑instansi serta menurunkan tingkat kecelakaan kerja. Pemerintah provinsi Kalteng kini dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan kebutuhan sumber daya manusia dengan standar keselamatan yang ketat, demi keberhasilan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya.

