Kapolres Katingan dan Dandim Turun Langsung Padamkan Karhutla, Tindakan Cepat Cegah Penyebaran Api
Ule.co.id – Kapolres Katingan Bersama Dandim dan Damkar Turun Langsung Padamkan Karhutla pada Jumat malam, 29 Agustus 2026, menandai respons cepat aparat terhadap kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kasongan, Katingan. Bersama Letkol Kav Prima Wahyudi, PSC (J) GDDSS, serta personel pemadam kebakaran, AKBP Dodik Hartono, SH, SIK, MH memimpin operasi pemadaman yang melibatkan koordinasi lintas institusi.
Insiden kebakaran muncul pada sore hari, ketika beberapa titik api terdeteksi di area hutan yang rawan. Tim gabungan segera dikerahkan dengan peralatan pemadaman yang tersedia, termasuk selang, pompa, dan kendaraan pemadam. Upaya bersama TNI, Polri, dan Damkar menekankan pentingnya sinergi dalam mengendalikan karhutla sebelum mengancam pemukiman dan ekosistem sekitar.
Selama operasi, petugas melakukan pendekatan sistematis: pertama, mengidentifikasi sumber api menggunakan drone dan tim lapangan; kedua, menyiapkan aliran air dari sumber terdekat; ketiga, menyemprotkan air secara berkelanjutan sambil memantau pergerakan api. Pendekatan ini berhasil menurunkan intensitas kebakaran dalam waktu singkat, sehingga api tidak meluas ke area yang lebih luas.
Kapolres Katingan Bersama Dandim dan Damkar Turun Langsung Padamkan Karhutla menegaskan bahwa keberhasilan pemadaman tidak lepas dari kerjasama antar lembaga. “Kehadiran langsung unsur TNI, Polri, dan Damkar di lapangan menjadi bentuk respons cepat dalam menangani setiap titik api,” ujar Dodik Hartono dalam konferensi pers singkat setelah api terkendali.
Selain memadamkan api, petugas juga melakukan penyuluhan kepada warga sekitar. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, karena praktik tersebut dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan. Dodik menambahkan bahwa laporan cepat melalui Layanan Polisi 110 sangat penting untuk deteksi dini.
Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan, pihak kepolisian bersama Dandim 1019/Katingan berencana mengadakan pelatihan bersama dengan Damkar pada bulan berikutnya. Pelatihan akan mencakup teknik pemadaman, penggunaan alat modern, serta prosedur koordinasi lintas sektor. Diharapkan, kapasitas respons dapat lebih optimal dalam menghadapi potensi kebakaran di masa mendatang.
Data lingkungan setempat menunjukkan bahwa wilayah Katingan memiliki tingkat kelembaban yang menurun pada musim kemarau, meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama lembaga terkait terus memantau kondisi hutan, mengoptimalkan sistem peringatan dini, dan memperkuat regulasi terkait pembakaran lahan.
Kapolres Katingan Bersama Dandim dan Damkar Turun Langsung Padamkan Karhutla menjadi contoh konkret sinergi keamanan dan penanggulangan bencana. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengatasi tantangan serupa, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

