analitik

Simpang Bhayangkara‑Sport Center Rawan Kecelakaan, Warga Mengeluh dan Dishub Uji Barikade

Ule.co.id – Warga Mengeluh karena Rawan Kecelakaan di persimpangan tiga jalan Bhayangkara menuju Sport Center, Pangkalan Bun, menimbulkan keprihatinan publik. Ketidaksimetrian desain, tikungan tajam, serta perbedaan elevasi jalan yang mencapai sekitar 20 sentimeter menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko kecelakaan di lokasi tersebut.

Forum Lalu Lintas Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar pertemuan khusus untuk membahas solusi sementara sambil menyiapkan rencana penanganan jangka panjang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kobar sebelumnya telah menuntut agar masalah geometrik simpang yang dianggap tidak ideal segera diatasi oleh instansi terkait.

Baca juga:
Gubernur Kalteng Tekankan Pentingnya Penanggulangan Karhutla Setelah Terima Arahan Wakapolri

Dalam rapat yang melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kobar, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Bapperida), Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, serta Satlantas, disepakati langkah awal berupa pemasangan barikade pada median jalan dari arah Sport Center. Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Kobar, Nur Soleh, menjelaskan bahwa barikade ini dipasang sebagai uji coba untuk memantau perubahan pola pergerakan kendaraan serta mencari formula penanganan yang paling efektif.

“Pemasangan barikade ini merupakan penanganan sementara. Apabila terbukti efektif, rekomendasi tersebut akan diajukan sebagai usulan pembangunan atau penambahan median jalan permanen,” ujar Nur Soleh. Ia menambahkan bahwa hasil uji coba akan menjadi bahan evaluasi penting dalam menentukan bentuk penanganan selanjutnya, termasuk survei kebutuhan fasilitas keselamatan seperti rambu-rambu lalu lintas.

Pada tahap awal, tim Dishub melakukan survei lapangan untuk mengukur kebutuhan median, rambu, serta perlengkapan keselamatan lainnya. Survei tersebut mencakup perhitungan volume kendaraan harian, kecepatan rata‑rata, serta pola pergerakan pejalan kaki di sekitar area simpang. Data yang terkumpul akan diproses menjadi rekomendasi teknis yang nantinya akan diajukan kepada pemerintah kabupaten.

Selain pemasangan barikade, Forum Lalu Lintas juga membahas kemungkinan penambahan lampu lalu lintas otomatis dan marka jalan yang lebih jelas. Namun, semua usulan tersebut masih berada pada tahap uji coba, mengingat kondisi geografis dan keterbatasan anggaran daerah menjadi pertimbangan utama.

Warga Mengeluh karena Rawan Kecelakaan di persimpangan ini tidak hanya menyuarakan ketidaknyamanan, melainkan juga menyoroti pentingnya intervensi cepat dari pihak berwenang. Beberapa warga melaporkan hampir terlibat kecelakaan karena kendaraan harus menuruni atau menaiki perbedaan elevasi yang tajam, sementara kendaraan lain harus berbelok secara mendadak.

Baca juga:
Pengawasan Ketat Distribusi BBM di Lamandau Diperketat, Satgas Baru Diresmikan

Selama masa uji coba, tim Satlantas akan melakukan pemantauan intensif dengan mencatat jumlah kecelakaan, hampir kecelakaan, serta pelanggaran lalu lintas yang terjadi. Hasil pemantauan akan dibandingkan dengan data sebelum pemasangan barikade untuk menilai efektivitas langkah sementara tersebut.

Jika hasil evaluasi menunjukkan penurunan signifikan dalam jumlah kecelakaan, barikade dapat dijadikan acuan untuk penataan ulang simpang serupa di wilayah lain. Sebaliknya, jika efektivitasnya masih dipertanyakan, pihak berwenang berencana untuk mengeksplorasi solusi alternatif seperti pembangunan putar (roundabout) atau perombakan total geometrik simpang.

Keputusan akhir mengenai penanganan permanen akan diputuskan setelah serangkaian uji coba, evaluasi data, dan konsultasi dengan pihak terkait. Harapannya, langkah-langkah ini dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan, menurunkan risiko kecelakaan, serta memberikan rasa aman bagi warga setempat.

Warga Mengeluh karena Rawan Kecelakaan di persimpangan Bhayangkara‑Sport Center kini menantikan hasil konkret dari upaya uji coba tersebut. Keberhasilan atau kegagalan barikade ini akan menjadi pelajaran penting bagi perencanaan infrastruktur jalan di Kabupaten Kotawaringin Barat dan daerah sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *