Ule.co.id – Wakil Bupati Kapuas Tinjau Desa Lawang Tamang pada Sabtu (12/9) sebagai bagian dari agenda kunjungan kerja yang menekankan pentingnya akses infrastruktur dan hubungan langsung dengan warga Mandau Talawang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai serta sejumlah kepala OPD setempat.
Perjalanan menuju Desa Lawang Tamang dimulai dari pusat Kabupaten Kapuas, dan di tengah rute, Wakil Bupati Kapuas menyempatkan diri meninjau kondisi jalan lintas P2D Sei Pinang–Rendan. Jalan ini menjadi urat nadi mobilitas penduduk, terutama bagi petani dan pelaku usaha mikro yang mengandalkan transportasi untuk mengirim hasil produksi ke pasar regional.
Sesampainya di desa, sambutan hangat diberikan oleh Kepala Desa Lawang Tamang, tokoh adat, damang, serta para mantir. Atmosfer kebersamaan terasa kuat ketika warga menggelar prosesi Tampung Tawar, sebuah tradisi Dayak yang menggabungkan doa bersama dan simbol rasa syukur atas keberkahan serta keselamatan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kapuas menegaskan apresiasi terhadap keramahan masyarakat. “Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh masyarakat Desa Lawang Tamang atas sambutan yang begitu baik. Kehadiran kami di sini merupakan bagian dari kunjungan kerja sekaligus untuk bersilaturahmi dan melihat secara langsung kondisi masyarakat serta pembangunan yang ada di wilayah ini,” ujar Dodo.
Pernyataan tersebut diikuti dengan penekanan pada pentingnya jalan lintas P2D Sei Pinang–Rendan. “Kita juga tadi dalam perjalanan menyempatkan untuk melihat kondisi jalan lintas P2D Sei Pinang–Rendan. Tentunya apa yang kita lihat di lapangan akan menjadi perhatian dan bahan evaluasi pemerintah dalam upaya meningkatkan akses serta pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Evaluasi lapangan mengungkap beberapa kendala, antara lain adanya genangan air pada musim hujan, kerusakan permukaan aspal, dan kurangnya fasilitas drainase. Wakil Bupati Kapuas berjanji bahwa temuan tersebut akan dijadikan dasar perencanaan anggaran tahun berikutnya, termasuk pengajuan dana tambahan melalui program pembangunan infrastruktur daerah.
Selain peninjauan jalan, Wakil Bupati Kapuas juga berpartisipasi dalam kegiatan budaya setempat, yaitu Tampung Tawar dan doa bersama. Prosesi ini tidak hanya menjadi sarana spiritual, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antara pemerintah dan masyarakat adat. “Pemerintah Kabupaten Kapuas akan terus berupaya hadir di tengah-tengah masyarakat. Dengan kebersamaan, komunikasi dan dukungan dari seluruh masyarakat, kita berharap pembangunan Kabupaten Kapuas dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Wakil Bupati Kapuas menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, dan komunitas lokal menjadi kunci keberhasilan program pembangunan. Ia mengajak warga untuk aktif berpartisipasi dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek, terutama yang berkaitan dengan perbaikan jaringan jalan, penyediaan air bersih, dan pengembangan ekonomi berbasis pertanian serta kerajinan tradisional.
Keberadaan OPD terkait dalam rombongan kunjungan menandakan komitmen lintas sektoral. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Pertanian, dan perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) turut mencatat temuan lapangan, menyusun rekomendasi teknis, serta menyampaikan rencana aksi jangka pendek dan menengah.
Wakil Bupati Kapuas Tinjau Desa Lawang Tamang juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya pelestarian budaya Dayak. Selama prosesi Tampung Tawar, para tokoh adat menekankan nilai-nilai kearifan lokal yang harus tetap dijaga dalam proses modernisasi. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah provinsi yang menekankan pembangunan berkelanjutan dengan menghormati warisan budaya.
Secara keseluruhan, kunjungan kerja ini mencerminkan pendekatan pemerintahan yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat. Dengan meninjau langsung kondisi lapangan, Wakil Bupati Kapuas dapat mengidentifikasi prioritas pembangunan yang paling mendesak, sekaligus memperkuat kepercayaan warga terhadap institusi daerah.
Harapan utama dari kunjungan ini adalah terwujudnya perbaikan jalan lintas P2D Sei Pinang–Rendan dalam waktu singkat, peningkatan layanan publik, serta terciptanya iklim investasi yang kondusif bagi usaha kecil dan menengah di wilayah Mandau Talawang. Semua pihak diharapkan dapat berkolaborasi untuk mewujudkan visi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.








