analitik

DPRD Kalteng Dorong Edukasi Kesehatan Sejak Dini Hadapi Kabut Asap untuk Lindungi Siswa

Ule.co.id – Edukasi Kesehatan Sejak Dini Hadapi Kabut Asap menjadi agenda utama DPRD Kalimantan Tengah setelah meningkatnya kasus pernapasan pada anak sekolah. Anggota Komisi III, Wengga Febri Dwi Tananda, menegaskan pentingnya memasukkan materi perlindungan diri ke dalam kurikulum sebelum kondisi udara memburuk.

Wengga menambahkan bahwa edukasi tidak boleh menunggu sampai kabut mencapai tingkat kritis. “Anak-anak harus diberikan pemahaman sejak dini tentang bagaimana menjaga kesehatan ketika terjadi Karhutla dan Kabut Asap,” ujarnya pada Selasa, 8 September. Ia menekankan bahwa pengetahuan tentang penggunaan masker, penyesuaian aktivitas luar ruangan, dan tanda-tanda gangguan pernapasan harus menjadi bagian rutin pembelajaran.

Baca juga:
Sinergi Pemkab Lamandau dan Polres Perkuat Penanganan Karhutla serta Antrean BBM

Untuk mewujudkan hal tersebut, DPRD Kalteng mengusulkan kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Sekolah diharapkan menyediakan masker cadangan, ruang kelas yang dapat ditutup rapat, serta sistem pemantauan kualitas udara secara real time. Guru juga diberi panduan sederhana untuk menyampaikan informasi kepada siswa.

Berikut langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan sekolah dalam menghadapi Kabut Asap:

  • Memantau indeks kualitas udara (AQI) setiap hari dan menginformasikannya kepada orang tua serta siswa.
  • Mengaktifkan protokol penggunaan masker saat AQI melebihi ambang batas aman.
  • Mengurangi atau menunda kegiatan olahraga luar ruangan pada hari dengan kualitas udara buruk.
  • Menyediakan ruang belajar yang terlindung dari asap, misalnya ruang kelas dengan ventilasi terkontrol.
  • Mengajarkan teknik pernapasan dalam dan cara mengidentifikasi gejala ISPA pada diri sendiri.

Pentingnya kesiapsiagaan tidak hanya terletak pada pencegahan, melainkan juga pada respons cepat bila terjadi kasus pernapasan. Sekolah harus memiliki prosedur rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat, serta mencatat setiap gejala yang muncul untuk evaluasi lebih lanjut.

Baca juga:
Bupati Mura Tekankan ASN Disiplin, Peringatkan yang Tak Patuh

Penguatan edukasi kesehatan sejak dini diharapkan dapat menurunkan angka ISPA dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak lingkungan. Dengan pengetahuan yang memadai, siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka, menginformasikan keluarga dan tetangga tentang tindakan pencegahan yang tepat.

DPRD Kalteng menutup pertemuan dengan seruan agar semua pihak, termasuk orang tua, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta, berperan aktif dalam mendukung program ini. “Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar informasi yang tersebar di media sosial,” pungkas Wengga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *