analitik

Pelayanan Kesehatan di Kalteng: Solusi Mengatasi Kendala Jarak dan Kekurangan Tenaga Medis

Ule.co.id – Pelayanan Kesehatan Jangan Terhalang Jarak menjadi sorotan utama ketika anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Nyelong Inga Simon, menekankan pentingnya akses layanan medis yang merata di seluruh wilayah provinsi, termasuk daerah terpencil.

Nyelong Inga Simon, wakil fraksi PDIP, menyampaikan kepada pemerintah daerah bahwa pembangunan fasilitas kesehatan tidak cukup bila tidak diiringi dengan ketersediaan tenaga medis, obat-obatan, dan sistem pelayanan yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa fasilitas yang sudah ada harus dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.

Baca juga:
Program Imunisasi MR dan HPV Raih Ribuan Anak di Kobar, Perkuat Perlindungan Kesehatan Sekolah
➜

Kondisi geografis Kalteng yang terdiri dari hutan lebat, sungai besar, dan pulau-pulau kecil menambah kompleksitas dalam penyediaan layanan kesehatan. Jarak yang jauh antara desa-desa dan pusat layanan medis sering memaksa warga menempuh perjalanan berjam‑jam hanya untuk mendapatkan perawatan dasar.

Selain tenaga, ketersediaan obat-obatan esensial juga menjadi prioritas. Nyelong mengingatkan bahwa stok obat harus dikelola dengan baik agar tidak terjadi kekosongan yang dapat memperparah kondisi pasien. Sistem logistik yang efisien diperlukan untuk menjamin distribusi obat tepat waktu ke wilayah yang sulit dijangkau.

DPRD Kalteng berharap pemerintah provinsi dan pusat dapat meningkatkan pemerataan layanan kesehatan melalui program insentif bagi tenaga medis yang bersedia bertugas di daerah terpencil, serta memperkuat infrastruktur transportasi yang mendukung mobilitas layanan kesehatan.

Baca juga:
Jaminan Kesehatan Nasional di Ujung Krisis: Data, Penegakan Hukum, dan Solusi Inovatif Mengubah Nasib Rakyat
➜

Beberapa solusi yang diusulkan antara lain penggunaan telemedicine untuk konsultasi jarak jauh, pembentukan tim medis keliling, serta pembangunan fasilitas kesehatan berbasis komunitas yang dikelola oleh warga setempat dengan dukungan teknis dari pemerintah.

Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan masyarakat di pelosok Kalteng dapat menikmati pelayanan kesehatan layak tanpa harus terhalang oleh jarak atau kekurangan tenaga medis, sejalan dengan harapan Nyelong Inga Simon untuk menciptakan sistem kesehatan yang inklusif dan berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *