Gibran Sebut Jusuf Kalla Mentor dan Idola, Tanggapi Klaim Peran JK dalam Karier Politik Jokowi
SORONG,Ule.co.id – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka angkat bicara terkait pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), yang menyebut dirinya memiliki peran penting dalam perjalanan politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Menanggapi hal tersebut, Gibran memilih merespons dengan nada penghormatan. Ia menegaskan bahwa JK merupakan sosok senior, mentor, sekaligus figur yang ia kagumi dalam dunia politik nasional.
“Pak JK itu senior saya, mentor juga. Beliau sangat berpengalaman dan punya banyak kontribusi untuk negeri ini,” kata Gibran usai meninjau RSUD Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Rabu.
Menurut Gibran, rekam jejak JK tidak hanya kuat di ranah politik, tetapi juga terlihat dalam berbagai peran strategis, khususnya dalam penyelesaian konflik di sejumlah daerah di Indonesia. Hal tersebut, menurutnya, menjadi alasan kuat mengapa JK layak dijadikan teladan.
“Beliau punya kiprah besar, terutama di daerah-daerah konflik. Itu jadi contoh bagi kita semua,” ujarnya.
Gibran juga menyampaikan apresiasinya atas berbagai masukan dan evaluasi yang selama ini disampaikan oleh JK. Ia menilai kritik dan pandangan dari tokoh senior seperti JK merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran bagi generasi pemimpin saat ini.
“Masukan dan evaluasi dari beliau tentu sangat berarti. Saya pribadi sangat berterima kasih,” katanya.
Bahkan, secara terbuka Gibran menyebut JK sebagai sosok yang ia idolakan.
“Pak JK itu idola saya,” ucapnya singkat.
Pernyataan Gibran tersebut merespons keterangan JK sebelumnya yang menyebut dirinya memiliki kontribusi dalam mengangkat nama Joko Widodo ke panggung politik nasional. JK mengungkapkan bahwa ia pernah mengusulkan nama Jokowi kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk maju dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.
Tidak hanya itu, JK juga menyatakan bahwa perannya berlanjut hingga Jokowi akhirnya terpilih sebagai Presiden ke-7 RI. Saat mendampingi Jokowi sebagai Wakil Presiden periode 2014–2019, JK mengaku mendapat mandat dari Megawati untuk turut membimbing kepala negara tersebut.
Pernyataan tersebut memantik perhatian publik, mengingat dinamika politik di balik kemunculan Jokowi sebagai pemimpin nasional kerap menjadi bahan diskusi.
Meski demikian, respons Gibran menunjukkan pendekatan yang lebih diplomatis—menghindari polemik, sekaligus menegaskan penghormatan terhadap tokoh senior yang dinilai memiliki kontribusi panjang bagi bangsa.

