analitik

Golkar Anggaran Tekankan Penggunaan APBD 2026 untuk Pembangunan Nyata di Palangka Raya

Ule.co.id – Golkar Minta Jangan Sekadar Habiskan Anggaran menjadi sorotan utama dalam rapat paripurna DPRD Kota Palangka Raya, dimana Fraksi Golkar menegaskan bahwa peningkatan belanja modal dalam rancangan perubahan APBD 2026 harus diarahkan pada program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Rancangan perubahan APBD 2026 menunjukkan kenaikan belanja modal sebesar Rp 232,8 miliar atau 18,56 persen dibandingkan pagu murni sebelumnya. Angka ini membuka ruang fiskal yang signifikan bagi pemerintah daerah. Bagi Golkar Anggaran, peluang tersebut bukan sekadar untuk menambah angka di dokumen, melainkan untuk memperkuat infrastruktur dan aset publik yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak warga Palangka Raya.

Baca juga:
Kenaikan Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, DPR Desak Penjelasan Transparan dari Pemerintah

Juru Bicara Fraksi Golkar, Hasan Busyairi, menegaskan dalam rapat tersebut, “Golkar Minta Jangan Sekadar Habiskan Anggaran, melainkan gunakan dana tambahan ini untuk mempercepat pembangunan aset yang memang dibutuhkan oleh masyarakat.” Ia menambahkan bahwa peningkatan belanja modal harus diiringi dengan perencanaan yang matang dan mekanisme pengawasan yang ketat agar setiap rupiah dapat menghasilkan output yang optimal.

Fraksi Golkar menekankan pentingnya menyalurkan dana ke program-program yang memiliki dampak sosial‑ekonomi yang terukur. “Golkar Minta Jangan Sekadar Habiskan Anggaran, melainkan pastikan setiap program dapat meningkatkan kualitas layanan publik dan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Hasan. Ia menyoroti bahwa prioritas harus diberikan pada proyek yang dapat mengurangi kemacetan, meningkatkan akses pendidikan, serta memperkuat ketahanan pangan melalui infrastruktur pertanian.

Untuk memastikan akuntabilitas, Fraksi Golkar mengusulkan pembuatan mekanisme evaluasi berkala yang melibatkan masyarakat, lembaga pengawas, dan akademisi. Daftar prioritas yang diusulkan meliputi:

Baca juga:
DPRD Kotim Desak Kemitraan Agrinas Berjalan Transparan untuk Kesejahteraan Masyarakat
  • Peningkatan jaringan jalan dan jembatan utama
  • Pembangunan fasilitas kesehatan tingkat pertama di wilayah pinggiran
  • Pengembangan pusat pelatihan keterampilan bagi pemuda
  • Peningkatan kapasitas jaringan air bersih dan sanitasi
  • Revitalisasi pasar tradisional untuk mendukung UMKM

Setiap item diharapkan dapat diukur melalui indikator kinerja yang jelas, sehingga pemerintah dapat menilai efektivitas penggunaan anggaran secara transparan.

Dengan dukungan mayoritas DPRD, Fraksi Golkar menyatakan kesediaannya untuk melanjutkan pembahasan perubahan APBD 2026 bersama pemerintah daerah. Harapannya, perubahan tersebut tidak hanya tercatat dalam dokumen, melainkan terwujud menjadi proyek nyata yang dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat Palangka Raya. Golkar Minta Jangan Sekadar Habiskan Anggaran, melainkan menjadikan setiap rupiah sebagai investasi jangka panjang bagi kesejahteraan kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *