Politik

Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu Justru Membuat Galau Massal

Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu Justru Membuat Galau Massal

PALANGKA RAYA, Ule.co.id – Kabar terbaru dari berbagai pemerintah daerah (pemda) di Indonesia menimbulkan perasaan tak nyaman bagi para Pegawai Pemerintahan Pemda (PPPK) Paruh Waktu. Mereka merasa galau karena perpanjangan kontrak kerja mereka tidak menjamin status mereka akan diangkat menjadi PPPK Penuh Waktu.

‘Kalau diperpanjang kontrak PPPK paruh waktu saja, artinya ya, nasib kami tidak berubah dengan status tetap PPPK paruh waktu,’ kata Sekretaris Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nusantara (GTKN) Ratna Purwakesi.

Menurut Ratna, banyak pemda yang mengeluhkan kemampuan fiskalnya, yang menjadi alasan tidak mengusulkan alih status PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh. ‘Masa kontrak PPPK paruh waktu akan berakhir tahun ini, dimulai September, ada yang Oktober. Sayangnya, sampai saat ini belum ada tanda-tanda diangkat menjadi ASN penuh,’ katanya.

Hal ini membuat para PPPK Paruh Waktu khawatir tentang masa depan mereka. Jika dalam 5-10 tahun ke depan mereka tidak diangkat menjadi ASN penuh, maka tenaga teknis dan tenaga kesehatan (nakes) akan memasuki usia pensiun dengan status PPPK paruh waktu.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan memberlakukan absensi online dengan titik koordinat bagi PPPK Paruh Waktu. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kedisiplinan dan memastikan kehadiran secara akurat.

Monica Hilariao

Di kota Malang yang sejuk, ada seorang penulis yang memiliki nama unik, Monica Hilariao. Ia pernah bergelut di industri kreatif, yang membentuknya menjadi pengamat sosial media yang tajam dan juga penggemar investasi saham yang handal. Ketika tidak menyusun kata-kata, Monica suka memantau fluktuasi saham dan mengamati dinamika sosial media sejak ia memulai karirnya pada 2009. Dengan latar belakang yang kaya, Monica memiliki perspektif yang unik dalam melihat dunia sekitarnya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *