APBD Perubahan 2026 Palangka Raya: Belanja Daerah Naik Rp 52 Miliar, Total Mencapai Rp 1,279 Triliun
Ule.co.id – Belanja Daerah Palangka Raya Naik Rp 52 Miliar pada APBD Perubahan 2026 menandai peningkatan signifikan dibandingkan anggaran murni tahun yang sama. Kenaikan ini membawa total belanja daerah menjadi Rp 1,279 triliun, menambah ruang fiskal bagi pemerintah kota untuk melaksanakan program prioritas. Angka tersebut tercatat setelah melalui proses pembahasan intensif antara DPRD dan eksekutif daerah, sekaligus mencerminkan komitmen peningkatan layanan publik.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, menegaskan bahwa proses revisi anggaran berlangsung secara transparan dan melibatkan semua pihak terkait. “Belanja daerah dalam APBD murni itu Rp 1,2 triliun sekian, sehingga berubah menjadi Rp 1,279 triliun sekian atau naik sekitar Rp 52 miliar,” ujarnya pada Senin (21/9/2026). Subandi menambahkan bahwa DPRD memberikan ruang kebebasan kepada pemerintah kota untuk menyalurkan tambahan dana sesuai dengan prioritas masing‑masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Proses pembahasan APBD Perubahan melibatkan serangkaian rapat teknis, evaluasi program, serta penilaian dampak fiskal. Setiap usulan penambahan dana harus disertai justifikasi yang kuat, termasuk analisis manfaat ekonomi dan sosial. Dalam konteks Palangka Raya, penambahan Rp 52 miliar diproyeksikan dapat mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur jalan, memperluas jaringan air bersih, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit daerah.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa kenaikan belanja daerah ini dapat memberikan stimulus positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan anggaran yang lebih besar, OPD dapat melaksanakan program pembangunan yang selama ini tertunda, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi. Selain itu, fokus pada program sosial diharapkan dapat menurunkan tingkat kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Palangka Raya.
Secara keseluruhan, Belanja Daerah Palangka Raya Naik Rp 52 Miliar menjadi sinyal bahwa pemerintah kota berupaya menyesuaikan kebijakan fiskal dengan kebutuhan riil masyarakat. Harapan ke depan, alokasi tambahan ini akan dimanfaatkan secara optimal, memastikan setiap rupiah berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup warga dan pembangunan berkelanjutan di wilayah Kalteng.

