Hiburan

Apple Music Digunakan untuk Sebarkan Lagu Palsu D4vd, Terduga Pembunuh Remaja 14 Tahun

Apple Music Digunakan untuk Sebarkan Lagu Palsu D4vd, Terduga Pembunuh Remaja 14 Tahun

PALANGKA RAYA, Ule.co.id – Baru-baru ini, akun Apple Music milik D4vd, seorang penyanyi yang sedang dalam proses persidangan atas kasus pembunuhan, telah dibobol oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab. Pelaku tersebut memanfaatkan kesempatan ini untuk mengunggah lagu palsu berjudul ‘I Did It’ yang memicu kehebohan di kalangan penggemar musik.

Lagu tersebut, yang mengaku telah dilakukan oleh D4vd, berisi lirik yang merujuk pada korban pembunuhan, yaitu Celeste Rivas Hernandez, dan mengaku telah melakukan kejahatan tersebut. Namun, pihak manajemen D4vd telah membantah bahwa lagu tersebut bukanlah karya asli dari penyanyi tersebut.

Menurut laporan, akun Apple Music D4vd telah dibobol dan lagu palsu tersebut diunggah tanpa sepengetahuan penyanyi. Hal ini telah menyebabkan kebingungan di kalangan penggemar dan memicu spekulasi tentang keaslian lagu tersebut.

Sementara itu, D4vd masih dalam proses persidangan atas kasus pembunuhan Celeste Rivas Hernandez. Jaksa telah mengajukan bukti bahwa D4vd telah melakukan kejahatan tersebut, termasuk pesan teks yang menunjukkan adanya hubungan antara D4vd dan korban sebelum kematiannya.

Apple Music telah menjadi platform yang sangat populer untuk para penggemar musik, dengan fitur-fitur seperti rekomendasi lagu dan playlist yang disesuaikan dengan preferensi pengguna. Namun, insiden seperti ini menunjukkan bahwa platform tersebut juga rentan terhadap penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dalam beberapa bulan terakhir, Apple Music juga telah mengalami kenaikan harga langganan di Indonesia, yang telah memicu reaksi dari pengguna. Meskipun demikian, Apple Music masih tetap menjadi salah satu platform musik streaming yang paling populer di Indonesia, dengan koleksi lagu yang sangat luas dan fitur-fitur yang inovatif.

Geza Jago

Di balik kacamata hitamnya, Geza Jago menyembunyikan dua dunia yang bertolak belakang - teknik dan seni. Siang hari, ia menyibukkan diri dengan kode-kode yang menjemukan, tapi sore hari, ia berubah menjadi pemburu momen indah di jalanan Bali dengan kamera di tangannya. Selingan hiburan yang paling digemarinya? Mengoleksi piringan hitam dan mendengarkan musik yang membuatnya terinspirasi untuk menulis, dan sejak 2015, karya-karyanya mulai mendapatkan perhatian.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *