analitik

Gempa Bumi Sabah 3.3 Magnitudo: MetMalaysia Pantau Secara 24 Jam

Ule.co.id – Pagi tadi, gempa bumi berukuran 3.3 pada skala Richter mengguncang wilayah Kuamut, Kinabatangan, Sabah sekitar pukul 05:32 waktu setempat. Pusat gempa terdeteksi pada koordinat 5.1° LU dan 116.8° BT dengan kedalaman 118 kilometer, berjarak sekitar 223 km barat laut dari Tarakan, Indonesia, dan 32 km barat daya dari Tongod, Sabah. Meskipun magnitudenya tergolong lemah, peristiwa ini memicu respons cepat dari Jabatan Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan.

MetMalaysia mengaktifkan pemantauan berkelanjutan selama 24 jam melalui jaringan 28 stasiun seismik yang tersebar di seluruh Sabah. Stasiun terdekat dengan epicenter meliputi:

Baca juga:
Tragedi Dior: Mathilde Favier Meninggal dalam Kecelakaan Mobil, Dunia Fashion Berduka
➜
  • Sapulut – 57.23 km
  • Keningau – 66.51 km
  • Sandakan/Telupid – 74.36 km
  • Matupang – 76.67 km
  • Tenom – 93.32 km

Jaringan ini memungkinkan deteksi gempa bumi dalam hitungan menit, dengan data awal biasanya tersedia dalam enam menit setelah peristiwa terdeteksi, tergantung pada kesiapan sistem dan ketersediaan data.

Dalam pernyataan resmi, Dr. Mohd Hisham Mohd Anip menegaskan bahwa hingga kini belum ada teknologi yang mampu meramalkan gempa bumi secara akurat, baik dari segi waktu, lokasi, maupun magnitudo. Stasiun seismik berfungsi untuk mengidentifikasi dan mengukur intensitas gempa setelah terjadi, bukan untuk memberikan peringatan sebelumnya. Karena kedalaman dan magnitudo gempa tersebut, MetMalaysia memastikan tidak ada potensi tsunami yang mengancam wilayah pesisir Sabah.

Pengembangan jaringan seismik tambahan juga sedang dipertimbangkan. Penambahan sensor baru dapat memperluas cakupan pemantauan dan meningkatkan kecepatan respons, namun tidak akan mengubah fakta bahwa gempa bumi tidak dapat diprediksi secara dini. Fokus utama tetap pada penyampaian informasi yang cepat, tepat, dan dapat dipercaya kepada publik serta lembaga terkait.

Respons di lapangan tidak hanya terbatas pada pemantauan teknis. Tim Balai Bomba dan Penyelamat (BBP) Kinabatangan yang dipimpin oleh Suriyadi Drawis melakukan ronda dan inspeksi menyeluruh di area terdampak, termasuk Perbadanan Pembangunan Ekonomi Sabah (Sedco) Kinabatangan, Perpustakaan Bukit Garam, dan kawasan rawan longsor. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada kerusakan struktural atau runtuhan, dan warga setempat diberikan nasihat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Baca juga:
Patroli Gabungan dan Tindakan Tegas: Kepolisian Jakarta Tangani Kerusuhan serta Upaya Preventif di Pusat Kota
➜

Sementara Sabah menjadi sorotan, wilayah lain di Indonesia juga mengalami aktivitas seismik. Pada 25 September 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi dengan magnitudo 4.7 mengguncang daerah Sumur, Pandeglang, Banten. Pusat gempa berada di laut, sekitar 58 km barat daya Sumur, dengan kedalaman 10 kilometer. Meskipun intensitasnya lebih tinggi, gempa tersebut tidak menimbulkan peringatan tsunami dan dirasakan dengan intensitas III–II di beberapa kota sekitar.

Perbandingan kedua peristiwa menegaskan pentingnya jaringan pemantauan yang terintegrasi di seluruh kawasan Asia Tenggara. MetMalaysia dan BMKG keduanya menekankan kemampuan untuk menyampaikan data gempa bumi secara real‑time, yang menjadi kunci dalam mengurangi kepanikan dan memfasilitasi koordinasi antar lembaga. Kedua badan juga menegaskan bahwa tidak ada teknologi prediksi yang dapat diandalkan, sehingga edukasi publik tentang prosedur keselamatan menjadi prioritas.

Warga di Sabah dan wilayah sekitarnya disarankan untuk selalu mengikuti informasi resmi yang disebarkan oleh MetMalaysia melalui kanal‑kanal resmi, termasuk aplikasi mobile dan situs web. Langkah-langkah keselamatan dasar, seperti menjauhi bangunan tidak stabil, menyiapkan perlengkapan darurat, dan mengetahui jalur evakuasi, tetap menjadi pedoman utama dalam menghadapi gempa bumi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *