Isu Reshuffle Kabinet Muncul Lagi, Prabowo Dinilai Perlu Cari Figur Baru Urus Perdagangan
PALANGKA RAYA, Ule.co.id – Isu reshuffle kabinet muncul lagi, Prabowo dinilai perlu cari figur baru urus perdagangan. Hal ini disebabkan oleh penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Menurut survei SMRC, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo turun dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026. Penurunannya mencapai sekitar 30,1 poin persentase dalam kurun sembilan bulan.
Isu reshuffle kabinet muncul lagi, Prabowo dinilai perlu cari figur baru urus perdagangan karena beberapa menteri dinilai tidak berkinerja baik. Anggota DPR Fraksi Golkar, Ahmad Irawan, menegaskan bahwa reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo. Menurutnya, Presiden memiliki hasil evaluasi sendiri terhadap kinerja para menteri. Karena itu, keputusan mempertahankan atau mengganti anggota kabinet sepenuhnya berada di tangan kepala negara.
Isu reshuffle kabinet muncul lagi, Prabowo dinilai perlu cari figur baru urus perdagangan karena beberapa menteri dinilai tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menghadapi dinamika ekonomi dan sosial. Pengamat Kamir Abdullah menyebut reshuffle merupakan hak prerogatif presiden sebagai instrumen evaluasi terhadap menteri berdasarkan capaian program, konsistensi kebijakan, serta kemampuan merespons dinamika ekonomi dan sosial.
Isu reshuffle kabinet muncul lagi, Prabowo dinilai perlu cari figur baru urus perdagangan karena beberapa menteri dinilai tidak memiliki visi yang jelas untuk mengembangkan sektor perdagangan. Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, menyatakan bahwa belum ada pembicaraan antara Presiden Prabowo dengan Partai Demokrat terkait reshuffle. Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta publik tidak berspekulasi mengenai isu perombakan kabinet yang sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden Prabowo.
Isu reshuffle kabinet muncul lagi, Prabowo dinilai perlu cari figur baru urus perdagangan karena beberapa menteri dinilai tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menghadapi tantangan yang dihadapi oleh pemerintahan. Oleh karena itu, Presiden Prabowo perlu mencari figur baru yang memiliki kemampuan dan visi yang jelas untuk mengembangkan sektor perdagangan dan meningkatkan kinerja pemerintahan.

