Warga Bukit Batu Ditemukan Tak Bernyawa Dekat Kantor Bupati, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Ule.co.id – Warga Bukit Batu Ditemukan Tak Bernyawa Dekat Kantor Bupati pada Selasa pagi, 22 September 2026, menimbulkan keprihatinan mendalam di Kalimantan Tengah. Tubuh pria berusia 36 tahun, yang dikenal dengan nama Masgianto alias Utuh, ditemukan tak bernyawa di Taman Rusa yang berada di sekitar kompleks Kantor Bupati Katingan sekitar pukul 06.23 WIB. Penemuan ini segera dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat yang kemudian melakukan langkah-langkah prosedural untuk mengamankan lokasi dan mengidentifikasi korban.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Katingan Hilir Ipda Muklisin, SH, MM, menyampaikan bahwa proses otopsi sedang berjalan dan barang bukti telah diamankan. Barang bukti meliputi pakaian korban, sepeda motor, helm, serta jaket hitam yang ditemukan di sekitar lokasi. “Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan melakukan pendalaman fakta. Untuk saat ini, belum dapat dipastikan apakah korban menjadi korban pembunuhan atau bunuh diri,” ujar Kapolsek Muklisin.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa beberapa saksi mata melaporkan adanya aktivitas mencurigakan pada malam sebelum penemuan. Namun, hingga kini belum ada bukti konklusif yang dapat mengarahkan pada satu tersangka tertentu. Tim Sat Reskrim Polres Katingan bersama Polsek Katingan Hilir terus melakukan olah data, memeriksa rekaman CCTV di sekitar area kantor bupati, serta menelusuri jejak digital korban.
Kasus ini menambah daftar insiden tragis yang terjadi di wilayah Katingan dalam beberapa bulan terakhir, memicu kekhawatiran masyarakat akan keamanan publik. Warga setempat menuntut transparansi dan kecepatan proses hukum, sementara pihak berwenang menekankan pentingnya prosedur yang teliti demi menghindari spekulasi yang tidak berdasar.
Di sisi lain, keluarga korban, yang berasal dari Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, menyatakan duka yang mendalam dan berharap pihak berwenang dapat segera mengungkap fakta. “Kami hanya ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada saudara kami,” ujar salah satu anggota keluarga dalam pernyataan singkat kepada media lokal.
Sejumlah media regional, termasuk Radar Kalteng, telah melaporkan perkembangan kasus ini secara berkelanjutan. Meskipun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa semua informasi yang beredar masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses penyelidikan. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan rumor yang dapat mengganggu proses hukum.
Dengan fokus pada akurasi data dan kepatuhan pada standar jurnalistik, laporan ini akan terus diperbarui seiring dengan munculnya temuan baru. Pihak berwenang diharapkan dapat memberikan klarifikasi resmi dalam waktu dekat, sehingga keluarga korban serta masyarakat luas dapat memperoleh kepastian dan keadilan yang layak.

